Rabu, 26 September 2018

Aturan dan Cara membuat programa desa, dan programa desa Peria-ria kec. Biru-biru kab. Deli serdang




PROGRAMA DESA PERIA-RIA

KECAMATAN BIRU-BIRU KABUPATEN DELI SERDANG

PROVINSI SUMATERA UTARA


DI SUSUN OLEH :

LIBRA OKTAVIANUS (NIRM 01.1.3.17.0594)

M. IQBAL ADE (NIRM.01.1.3.17.0554)













KEMENTRIAN PERTANIAN


BADAN PENYULUHAN SUMBER DAYA MANUSIA PERTANIAN

POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN (POLBANGTAN) MEDAN

2018








KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian desa Peria-ria         tahun 2018 dapat diselesaikan. Programa Penyuluhan Pertanian Nasional disusun sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), dan merupakan perencanaan tertulis serta sistematis sebagai acuan dan pengendali pencapaian tujuan penyuluhan pertanian. Programa disusun mulai dari programa penyuluhan tingkat desa/kelurahan, kecamatan, dan selanjutnya akan disampaikan ke kabupaten/kota.  
Programa penyuluhan pertanian ini perpedoman pada Permentan Nomor 47 tahun 2016. Programa penyuluhan yang disusun setiap tahun dan memuat rencana penyuluhan  tahun berikutnya, merupakan  acuan bagi para Penyuluh Pertanian pada masing-masing tingkatan dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian yang merupakan penjabaran dari programa penyuluhan pertanian.  
Naskah programa ini selanjutnya dilengkapi dengan Matriks Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian Tahun 2018 dan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Penyuluh Pertanian Desa Tahun 2018. 
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Praktik Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian II ini masih banyak kekurangan dan masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak.


Medan, Juli 2018

Tim Penyusun Tim Penyusun





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR LAMPIRAN v
PENDAHULUAN
Kebijakan Umum Pembangunan Pertanian 1
Latar Belakang Penyusunan Programa 1
Tujuan 3
Manfaat 3
KEADAAN UMUM
Potensi Pengembangan Komoditas Strategis dan Komoditas 
Unggulan 10
Produktifitas dan Produksi Komoditas Strategis dan Komoditas 
Unggulan 11
Perilaku Pelaku Utama dan Pelaku Usaha dalam Usaha Tani 12
Perilaku Pelaku Utama dan Non Prilaku Pelaku Utama 12
Perilaku Pelaku Usaha dan Non Perilaku Pelaku Usaha 13
Keragaan kelembagaan Petani 14
Poktan 14
Gapoktan 15
P3A 15
UPJA 16
Kelembagaan Ekonomi Petani (Koperasi Pertanian) 16
Keragaan kelas kemampuan kelompok tani 16
Kelas Kemampuan Kelompok Tni 16
Petani Yang Belum Bergabung Dalam Kelompok Tani 17
Keragaan Lingkungan Usahatani 18
Keragaan Pasar Desa 18
Keragaan Kios Saprodi 18
Keragaan Lembanga Keuangan Mikro Desa 18
Keragaan Prasarana dan Sarana Pendukung 18
JUTUT 18
JIDES 18
Jalan Usaha Tani 19
Keragaan Mesin Pertanian Pra Panen, Panen, Pasca Panen dan Pengolahan Hasil, Distribusi dan Pemasaran 19
TUJUAN
A. Tujuan Perilaku 20
    1. Tujuan Perilaku  Pelaku Utama 20
    2. Tujuan  Perilaku Pelaku Usaha 21
B. Tujuan  Non Perilaku 22
    1. Tujuan Non Perilaku Pelaku Utama 22
    2. Tujuan  Perilaku Pelaku Usaha 22
MASALAH
Masalah Perilaku 23
1. Masalah Perilaku Pelaku Utama 23
2. Masalah Perilaku Pelaku Usaha 24
B. Masalah Non Perilaku 25
1. Masalah Non Perilaku Pelaku Utama 25
2. Masalah Non Perilaku Pelaku Usaha 25
RENCANA KEGIATAN
Kegiatan Penyuluhan Untuk Perubahan Perilaku 26
Kegiatan Penyuluhan Untuk Perubahan Non Perilaku 27
PENUTUP 28
LAMPIRAN 29



DAFTAR TABEL
Tabel Judul      Halaman
  Keadaan Penduduk Di Desa Peria-Ria 5
  Luas lahan Pertanian dan Data Usaha Tani di Desa Peria-Ria 6
  Data Fisik di Desa Peria-Ria 7
  Data Curah Hujan 10 tahun terakhir di Desa Peria-Ria 8
  Grafik Curah Hujan 9
Keadaan luas Tanam Komoditi Padi, Pertanian, Perkebunan,
Hortikultura,   Peternakan di Desa Peria-Ria 10
 Produktifitas dan Produksi Menurut Sub-sektor 11
 Data Kelompok Tani di Desa Peria-Ria 14
9. Daftar nama Gapoktan di Desa Peria-Ria 15
10. Daftar Data P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) 15
11. Daftar Data Alsintan (Alat Mesin Pertanian) 16
12. Daftar Data Kelembagaan Ekonomi Petani 16
Data Kelompok Tani di Desa Peria-ria 17
Kondisi Sumber Daya di Desa Peria-ria 18



DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Judul                   Halaman
Matriks Recana Kegiatan Penyuluhan Pertanian 29
Matriks Kegiatan Mengupayakan Kemudahan Pelayanan Dan 
Pengaturan Desa Peria-ria 35

PENDAHULUAN

Kebijakan Umum Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian selama PJP I telah mengubah dunia-pertanian di Indonesia.  Bila dahulu sektor pertanian menjadi tumpuan utama perekonomian negara, maka sekarang tidak lagi. Dulu pertanian Indonesia tidak mampu memproduksi beras untuk mencukupi kebutuhan penduduk, bahkan pernah menjadi negara pengimpor beras terbesar di dunia, maka berkat pembangunan kini Indonesia telah swa-sembada dalam produksi beras. Bukan hanya di bidang perberasan saja pertanian Indonesia mengalami kemajuan, tetapi juga dalam berbagai komoditas lainnya. Namun demikian dalam komoditas tertentu lainnya kebutuhan Indonesia terus meningkat, seperti jagung dan kedelai, sehingga sangat tergantung pada luar negeri.
Keberhasilan pembangunan perekonomian Indonesia secara keseluruhan ternyata mendorong meningkatnya permintaan dan konsumsi komoditas-komoditas pertanian tertentu, seperti hortikultura, produk peternakan, produk  perikanan dan produk perkebunan. Tidak saja meningkat dalam kuantitasnya, tetapi juga meningkat tuntutan kualitasnya. Sistem pemasaran dunia yang berubah (globalisasi) membuat  pertanian Indonesia menghadapi tantangan baru untuk dapat bersaing dalam mutu, produktivitas dan efisiensi dengan dunia-pertanian negara-negara lain. Pencapaian swasembada padi, jagung, kedele, gula, daging yang ada harus kita capai.

Latar Belakang
Penyuluhan pertanian adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama (pelaku kegiatan pertanian) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Penyuluhan pertanian  mempunyai  dua tujuan yang akan dicapai yaitu : tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Tujuan jangka pendek adalah  menumbuhkan perubahan-perubahan yang lebih terarah pada usaha tani yang meliputi: perubahan pengetahuan, kecakapan, sikap dan tindakan petani keluarganya melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Dengan berubahnya perilaku petani dan keluarganya, diharapkan dapat mengelola usahataninya dengan produktif, efektif dan efisien.
Tujuan jangka panjang yaitu meningkatkan taraf hidup dan meningkatkan kesejahteraan petani yang  diarahkan pada terwujudnya perbaikan teknis bertani (better farming), perbaikan usahatani (better business), dan perbaikan kehidupan petani dan masyarakatnya (better living) dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K) menyebutkan bahwa penyelenggraan penyuluhan menjadi wewenang dan tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah, sehingga tujuan penyuluhan pertanian harus berdasarkan prinsip satu kesatuan aparat, satu kesatuan Korp dan satu kesatuan pengertian.
Untuk maksud tersebut perlu adanya pedoman bagi penyuluh pertanian dalam menyelenggarakan penyuluhan yang disebut Programa Penyuluhan Programa penyuluhan pertanian  adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Programa Penyuluhan Pertanian, perikanan dan kehutanan disusun setiap tahun yang memuat rencana tahun berikutya dengan memperhatikan siklus anggaran pada masing masing tingkatan dengan cakupan pengorganisasian, pengelolaan sumberdaya sebagai pelaksana penyuluhan.
Programa disusun mengacu Peraturan Menteri Pertanian nomor: 47/Permentan/OT.140/9/2016 tentang Pedoman penyusunan programa penyuluhan pertanian. Salah satu  tugas BPP adalah bmenyusun programa penyuluhan pertanian. Sejalan dengan kebijakan dan programa penyuluhan nasional, programa penyuluhan kab/kota sejalan dengan kebijakan dan programa provinsi serta programa penyuluhan BPP sejalan dengan kebijakan dan programa kabupaten.



C. Tujuan
Tujuan disusunnya programa  adalah :
Menyediakan acuan dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian bagi para penyelenggara. 
Memberikan acuan bagi penyuluh pertanian dalam menyusun rencana kegiatan penyuluhan pertanian.
Menyediakan bahan penyusunan perencanaan penyuluhan untuk disampaikan dalam forum musrenbangtan tahun berikutnya.

Manfaat
Programa penyuluhan pertanian yang jelas dan sistematis dapat digunakan sebagai:
Dasar untuk penyusunan Rencana Kerja Penyuluh bagi setiap tim/orang di wilayah kerja (desa, BPP, Kabupaten, Provinsi, Nasional);
Dasar untuk merencanakan dan menerapkan monitoring serta evaluasi pelaksanaan program tersebut;
Dasar untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan penyuluhan di wilayah kerja ( mis koordinasi, pendampingan, pelatihan, dll);
Dasar bagi wilayah kerja (desa, BPP, Badan pelaksana Penyuluhan, Badan Koordinasi Penyuluhan) dalam perumusan usulan proyek/kegiatan penyuluhan yang ingin dilaksanakan tahun berikutnya untuk dibahas pada diskusi unit daerah kerja pembangunan.
Programa penyuluhan pertanian disusun secara partisipatif dan berdasarkan kebutuhan petani. Karena itu, programa juga berguna bagi petani dan penyuluh untuk :
Memecahkan masalah petani dan mengembangkan usahataninya;
Menanamkan rasa tanggung jawab bersama-sama terhadap penyelenggaraan penyuluhan pertanian agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien.




II. KEADAAN UMUM

Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru merupakan salah satu dari 23 (dua puluh tiga) kecamatan  yang ada di Kabupaten Deli Serdang, dengan luas wilayah 621,3 ha. Secara administratif Desa Peria-ria berbatasan langsung dengan : 
Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten : Karo
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan : Sibolangit
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa : Sari Laba
Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan : STM Hilir
Wilayah membujur dari Barat ke Timur dengan : 
Persentase kemiringan berkisar : 0-15 %
Ketinggian diatas permukaan laut : 600 mdpl
Topografi wilayah : Mendatar,
           Bergelombang dan   berbukit
Dengan Presentase sebagai berikut :
Mendatar : 40 %
Bergelombang : 50 %
Berbukit : 10 %








Keadaan Penduduk
Berikut ini adalah tabel keadaan penduduk yang ada di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara.
Tabel 1. Keadaan Penduduk Di Desa Peria-Ria
NO.
Penduduk
Jumlah

1.
Menurut Jenis Kelamin :
- Laki-laki
- Perempuan
- Jumlah KK
784
- 744
- 450

2.
Menurut Umur :
- > 30 Tahun
- 31- 45 Tahun
- 46- 60 Tahun
- < 60 Tahun
- 795
- 350
- 250
- 95

3.
Menurut Agama :
-Islam
-Kristen Katolik
-Kristen Protestan
-Hindu
-Budha

-165
-412
-850
-35
-

4.
Menurut Kepemilikan Lahan :
- Lahan Penggarap
- Penggarap
- Pemilik lahan tidak menggarap
- Buruh Tani

-270
-63
-72
-45

5.
Menurut Pekerjaan :
- Petani
- PNS/TNI/POLRI
-Buruh
-Wiraswasta
-lainnya

-850
-29
-20
-15
-135

6.
Menurut suku:
-Jawa
-Batak Karo
-Batak Toba

-135
-1.295
-35

7.
Menurut Pendidikan:
-SD
-SMP
-SLTA
-Akademi

-250
-350
-401
-65


Dari data tabel diatas dapat disimpulkan bahwa keadaan penduduk menurut jenis kelamin itu paling banyak adalah laki-laki, berumur rata-rata > 30 tahun, dan mayoritas penduduk Peria-Ria menganut agama Kristen Protestan. Sedangkan menurut pekerjaan penduduk sebagian besar adalah petani dan lebih banyak petani yang memiliki lahan penggarap dan penduduk yang paling banyak adalah suku batak karo karena desa Peria-Ria merupakan desa yang tidak begitu jauh dengan tanah karo, dan pendidikan rata-rata masyarakat nya adalah SLTA.

Luas Lahan Pertanian dan Data Usaha Tani
No
Jenis Lahan
Luas (ha)
Usaha Tani
Luas (ha)







1.
Lahan darat :

Lahan Sawah:



- Tegalan
- 405
- Padi
- 136,3


- Pekarangan
- 80
- Jagung
- 100

2.
Lahan Sawah :

Ladang/Kebun :



- Teknis

- Kakao
- 180


- Sederhana
- 119,9
- Kelapa Sawit
- 30


- Tadah Hujan
- 16,4
- Pepaya
- 12




- Pisang
- 20




- Kacang Panjang
- 17

Tabel 2 Luas lahan pertanian dan data usaha tani di desa Peria-ria
Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa lahan darat lebih luas daripada lahan sawah yaitu pada lahan tegalan. Sedangkan untuk usaha tani nya adalah tanaman kakao.
Data Fisik
Data fisik desa Peria-Ria dapat di lihat pada tabel 3 di bawah ini.
Tabel 3. Data Fisik di Desa Peria-Ria
No
                              Unsur – Unsur Fisik Tanah 


Jenis Tanah
Tingkat Kesuburan
pH
Tinggi Tempat
Topografi
Tipe Iklim
Temperatur

   1.
Clay
Cukup baik
5,5-7
600 mdpl
Mendatar, bergelombang, dan berbukit
Tropis
11-35 derajat celcius


Desa Peria-Ria memiliki jenis tanah clay dengan tingkat kesuburan yang baik sehingga daerah tersebut bias dikatakan tanah yang cocok untuk berbagai jenis tanaman pertanian di tambah lagi dengan ph tanah yang netral tidak terlalu asam dan tidak terlalu basah sehingga unsur hara di dalam tanah tersebut masih sangat baik. 













Keadaan Iklim
Untuk mengetahui keadaan iklim yang ada di wilayah desa Peria-Ria dapat kita lihat pada tabel data curah hujan dan grafik nya di bawah ini.
Tabel 4. Data Curah Hujan 10 tahun terakhir di Desa Peria-Ria 


No


Thn
                                                 Bulan






Rata-Rata



Jan
Feb
Mar
Apr
Mei
Jun
Jul
Agt
Sep
Okt
Nov
Des


















 1
2006
75
142
21
59
65
66
143
101
128
278
143
221
120

 2
2007
42
72
99
19
40
68
160
66
444
244
132
184
131

 3
2008 
71
34
26
107
254
144
128
153
194
397
207
430
179

 4
2009
88
121
66
66
121
112
166
381
356
15
143
411
171

 5
2010
28
  0
256
308
319
226
357
295
158
404
459
468
273

 6
2011
65
  2
320
119
168
97
151
163
238
302
222
341
182

 7
2012
213
20
218
83
417
52
132
138
165
214
221
247
177

 8
2013
140
56
50
242
250
47
160
258
341
334
  -
   -
    -

 9
2014
434
357
190
95
175
155
146
367
397
619
172
494
3601

 10
2015
67
48
134
120
287
162
112
281
280
280
  -
   -
    -

Wilayah desa Peria-Ria tergolong beriklim tropis dengan curah hujan tinggi terjadi pada bulan September sampai dengan Desember, musim kemarau (curah hujan rendah) terjadi pada bulan Februari sampai dengan Juli. Sedangkan musim peralihan biasa terjadi pada bulan Januari dan Agustus.

Tabel 5. Grafik Curah Hujan
Tabel Data Curah Hujan 10 tahun Terakhir

Dari grafik data curah hujan diatas dapat di simpulkan bahwa curah hujan tertinggi terjadi pada bulan Desember dan data curah hujan terendah terjadi pada bulan Februari sedangkan pada bulan januari dan agustus terjadi peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau.







A. Potensi Pengembangan Komoditas Strategis dan Komoditas Unggulan
Untuk mengetahui pengembangan komoditas strategis dan komoditas unggulan yang ada di desa Peria-Ria dapat di lihat pada tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6 . Keadaan luas Tanam Komoditi Padi, Pertanian, Perkebunan,  Hortikultura, Peternakan di Desa Peria-Ria
No
Jenis Usaha Tani
Luas (Ha), 

1
Padi Sawah
136,3


Jagung
100


Kakao
180


Kelapa sawit
30


Pepaya
12


Pisang barangan
20


Sapi
13


Kambing
17


Ayam Buras
335


Babi
485


Komoditi yang ada di desa Peria-Ria yang memiliki luas lahan cukup besar adalah komoditi padi sawah sedangkan untuk luas tanam terkecil adalah komoditi pepaya dan komoditi unggulan nya adalah komoditi pisang barangan. Sedangkan untuk ternak yang paling banyak di pelihara adalah ternak babi dan ayam buras. 






B. Produktifitas dan Produksi Komoditas Strategis dan Komoditas Unggulan
Produktifitas, produksi komoditas srategis dan unggulan dapat dilihat pada tabel 7
Tabel 7. Produktifitas dan produksi menurut sub-sektor
No
Jenis Usaha
Luas/Volume (Ha/ekor/unit)
Jumlah KK Petani
Rata-Rata Luas/Orang
Produksi (ton)
Produktivitas
(GKP)

1.
Tanaman Pangan







Padi
136,3
218
1
14,19
55


Jagung
100
276
0,4
6,6
60









2.
Tanaman Hortikultura







Pepaya
12
24
0,5
2,4
200


Kacang Panjang
17
30
0,6
1,86
110









3.
Tanaman Perkebunan







Kakao
136,3
144
1,5
2,38
11


Kelapa Sawit
30
23
1,43
8,25
250


Pisang
20
100
1
9
265









4.
Peternakan







Sapi
13
4
-
-
-


Kambing
17
7
-
-
-


Ayam Buras
335
112
-
-
-


Babi
485
394
-
-
-

Produktifitas dan produksi tertinggi yang ada di Desa Peria-Ria adalah tanaman pisang barangan kerena desa Peria-Ria termasuk dalam sentra penghasil  tanaman pisang barangan. Dan merupakan usaha pertanian yang sangat membantu ekonomi masyarakat Peria-Ria.

C. Perilaku Pelaku Utama dan Pelaku Usaha Dalam Usaha Tani
Berikut merupakan perilaku pelaku utama maupun perilaku pelaku usaha baik perilaku maupun non perilaku.
Perilaku Pelaku Utama dan Non Perilaku Pelaku Utama
Kemampuan petani dalam mengelola usaha tani nya tergolong masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari hasil produksi yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan. Teknologi serta permodalan merupakan kendala dalam pengembangan usaha terutama untuk skala jangka panjang. Diantara hal-hal yang merupakan kondisi saat ini di Desa Peria-Ria pada bidang perilaku masyarakat tani antara lain adalah :
Tanaman pertanian:
1) padi sawah
a)   Sebagian besar petani telah menggunakan varietas padi bersertifikat yaitu sebesar 50%, sementera sisanya masih menggunakan benih lokal non unggul.
b)  Petani telah menerapkan sistem tanam jajar legowo 4:1 dan 2:1 sebanyak 30%, sementara sisanya masih belum menerapkan sistem  tanam jajar legowo.
c)  Petani yang menggunakan pupuk organik pada tanaman sebesar 45%, sementara sisanya masih menggunakan pupuk kimia.
d)  Petani telah menggunakan prinsip PHT sebesar 60%, sementara sisanya masih belum menggunakan prinsip PHT.
e)   Petani yang bergabung dengan kelompok tani sesuia anjuran sebesar 50%
f)   Petani yang mengoptimalkan pemanfaatan saluran irigasi dengan baik baru sebesar 30%
g)    Pelaku usaha yang tergabung dalam kelompok usaha sebesar 10%
h)  Petani yang menjalankan fungsi kelompok tani sesuai anjuran sebanyak 3
2) kacang panjang
Petani yang menggunakan pemberian mol dari keong mas dalam budidaya kacang panjang sebesar 0%
Petani telah melakukan pemberikan pupuk berimbang sesuai anjuran dalam budidaya kacang panjang sebesar 40%.

Tanaman Perkebunan
Kelapa sawit
Pekebun telah mengaplikasikan pemupukan berimbang sebesar 50% 
Kakao
Petani telah melakukan pemberian pupuk berimbang pada tanaman kakao sesuai anjuran sebesar 30%.

Peternakan
Sapi
Peternak telah mampu mengolah jerami padi menjadi pakan ternak untuk sapi sebesar 15%.
Peternak telah menggunakan kandang ternak sesuai aturan sebesar 45%.
Ayam buras
Peternak telah melakukan pemberian vaksin pada ternak ayam buras sebesar 30%.

 Perilaku Pelaku Usaha dan Non Perilaku Pelaku Usaha
Dari hasil PKM yang dilakukan bahwa pengusaha pedagang saprotan di desa Peria-Ria berjumlah 10 orang. Tidak semua pengusaha pedagang saprotan membeli hasil pertanian dari petani sehingga masih banyak petani yang menjual hasil kebun nya kedapa orang luar.
Pengusaha saprodi telah melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan sebesar 50%.
Pengusaha tani belum mampu mengolah jagung menjadi pop corn (sebesar 0%).
Pelaku usaha telah bergabung dengan kelompok usaha pertanian sesuai petunjuk sebesar 10%

D. Keragaan Keragaan kelembagaan Petani
Poktan
Kelompok tani merupakan kelembagaan pendukung yang memilki peran sangat penting dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel berikut.
Tabel 8. Data Kelompok Tani di Desa Peria-Ria

No
Nama Kelompok Tani
Nama Pengurus

Jumlah Anggota




Ketua

Sekretaris

Bendahara


1
Holti
Aliansi
Krismas
Jousi
60

2
Cermai Tani
Jesdi
Marinus
Dinan
40

3
Ujung Meriah Lepar
Hermimpin Kialek
Rosita Barus
Linda Wati Br Sembiring
34

4
Mata air panas
Serasi br Barus
Sabar Kita
Rosaria
77

5
Ate Tutus
Rosina Ginting
Malem Ukur
Pestaria Ginting

23

6
Wanita Sejahtera
Serasi br Barus
Sabar Kita
Rosaria
70

7
Tani Subur
Jakub Sembiring
Gisen Sitepu
Dahlia Br Ginting
70



Jumlah Kelembagaan kelompok tani pertanian yang sudah terbentuk di Desa Peria-Ria ada 7 kelompok tani dan 1 Gapoktan. Dalam rangka menuju pertanian yang tangguh dan mandiri, maka kelompok tani perlu mendapat perhatian dalam hal kelas kelompok tani. Dan 7 kelompok tani di desa Peria-Ria terbagi dalam 3 kelas yaitu kelas Pemula, kelas lanjut dan kelas madya, kelompok tani yang masuk kedalam kelas pemula hanya 1 (satu) yaitu kelompok tani Ate Tutus, Kelas lanjut ada 4 (empat) yaitu kelompok tani Tani Subur, kelompok tani Mata air Panas, Cermai Tani, dan Holti, Kelas Madya ada 2 (dua) yaitu kelompok tani Ujung Meriah dan kelompok tani Wanita Sejahtera. 
Gapoktan
Sedangkan untuk mengetahui berapa jumlah Gapoktan yang ada di Desa Peria-Ria dapat di lihat pada tabel 9 dibawah ini.
Tabel 9. Daftar nama Gapoktan di Desa Peria-Ria
No
Nama Gapoktan
Nama Pengurus
Jenis Usaha Utama
Jumlah anggota
Modal Gapoktan



Ketua
Sekretaris
Bendahara




1
Sada Arih
Vinsen
Surya
Serasi br Barus
Pisang Barangan
374
124.000.000

Gapoktan di Desa Peria-Ria hanya ada satu yaitu gapoktan Sada Ari, yang dimana di dalam Gapoktan ini terdapat beberapa kelompok tani yang tergabung di dalamnya antara lain kelompok tani Holti, Cermai Tani, Ate Tutus, Mata Air Panas, Wanita Sejahtera, Tani Subur dan Ujung Meriah.

P3A
Tabel 10. Daftar Data P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air)
No
Nama P3A
Alamat
Nama Pengurus
Jumlah Anggota




Ketua
Sekretaris
Bendahara


1.








UPJA
Tabel 11. Daftar Data Alsintan (Alat Mesin Pertanian)
No.
Desa
Nama alsintan (unit)



Hand tarktor
Power treser
Hand sprayer
Mesin tetas
Huller
Traktor roda 4

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

1.









Kelembagaan Ekonomi Petani (Koperasi Pertanian)
Tabel 12. Daftar Data Kelembagaan Ekonomi Petani 
NO.
Desa
Jumlah BUUD/KUD
BUUD diluar KUD
Bank Unit Desa
Kios Saprotan
Lembaga Swadaya Desa (LSD)
Lumbung Pangan












(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)

1












E. Keragaan kelas kemampuan kelompok tani
Kelas Kemampuan Kelompok Tani
Kelompok tani merupakan kelembagaan pendukung yang memilki peran sangat penting dalam rangka pencapaian tujuan – tujuan penyuluhan melalui tabel.






Adapun kelas kemampuan kelompok tani di desa Peria-Ria disajikan pada tabel berikut.       
                                                                    
   Tabel 13. Data Kelompok Tani di Desa Peria-Ria
No
Nama Kelompok
Tahun Berdiri
Jumlah Anggota
Kelas Kelompok

1
Ujung Meriah
1995
34
Madya

2
Mata air panas
1999
77
Lanjut

3
Tani Subur
1997
70
Lanjut

4
Wanita Sejahtera
1995
70
Madya

5
Ate Tutus
2000
23
Pemula

6
Cermai Tani
1998
40
Lanjut

7
Holti
1996
60
Lanjut

Petani Yang Belum Bergabung Dalam Kelompok Tani
Banyaknya petani di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara, tidak seluruhnya ikut bergabung dalam kelompok tani. Dikarena banyak beberapa alasan yang menjadi tidak mau bergabung dengan kelompok tani. 
  Banyaknya faktor dan alasan antara lain tidak ada kejelasan dari kelompok tani yang menaunggi anggota tersebut dan petani keluar dari kelompok itu sehingga petani beranggapan sama saja ikut atau tidak ikut bergabung kelompok tani. Perlunya tindakan dari penyuluh dan lembaga lain untuk memperbaiki pola pikir masyarakat di Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli serdang Sumatera Utara. 





F. Keragaan Lingkungan Usahatani
Tabel 14. Kondisi Sumberdaya di Desa Peria-Ria 
No
Jenis Informasi
Keterangan

1
Ketersediaan air
Cukup baik

2
Ketersediaan tenaga kerja
Cukup

3
Status penggunaan lahan
Pemilik, penggarap

4
Respons petani terhadap inovasi
Cukup

5
Aktifitas kelompoktani
Cukup (1 Gapoktan)

6
Aksesibilitas lokasi
Cukup

7
Keberadaan saprodi
Cukup (1)

8
Lembaga pemasaran
Pedagang pengumpul

9
Lembaga keuangan
Koperasi (tidak aktif  lagi)


Keragaan Pasar Desa
Petani di Desa Peria-ria Kecamat Biru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara menyalurkan hasil pertanian, perkebunan, perternakan maupun perikanan ke pasar terdekat atau menjual secara langsung. Dikarenakan tidak adanya penyaluran sumber hasil untuk distribusi dari pihak lain. Sehingga sebagian petani menjual nya secara langsung atau pasar terdekat tidak menggunakan mitranya.

Keragaan Kios Saprodi
Untuk kios saprodi di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang belum tersedia. 
Keragaan Lembaga Keuangan Mikro Desa
Lembaga Keuangan Mikro Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang belum tersedia.

G. Keragaan Prasarana dan Sarana Pendukung
JITUT
Di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara tidak menggunakan JITUT atau Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani.

JIDES
Di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara tidak menggunakan JIDES atau Jaringan Irigasi Desa.
Jalan Usaha Tani
Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli serdang, Akses Jalan Usaha Tani (JUT) sudah berada di dekat sawah warga petani dimana sawah disana berhadapan dengan jalan yang sebagai akses jalannya usaha tani saat pengangkutan maupun distributornya.
Keragaan Mesin Pertanian Pra Panen, Panen, Pasca Panen dan Pengolahan Hasil, Distribusi dan Pemasaran.
Di Desa Peria-ria Kecamatan Biru-biru Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara belum menggunakan mesin pertanian pra panen untuk mengolah lahan pertanian di desa tersebut.














III. TUJUAN

Dalam meningkatkan produksi tanaman pangan, tanaman Perkebunan dan Peternakan baik kwalitas maupun kwantitas, tingkat kemampuan pelaku utama dan pelaku usaha/pelaku utama dan pelaku usaha baik Pengetahuan, Keterampilan dan Sikap perlu ditingkatkan. Pemanfaatan potensi sumber daya wilayah secara optimal baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada juga dioptimalkan .
Secara umum tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan produktivitas :
Padi sawah dari 5,7 ton/Ha menjadi 7 ton/Ha
Kakao dari 8,4 ton/Ha menjadi 9 ton/Ha
Ayam buras dari 335 ekor menjadi 500 ekor Ayam buras
A. Tujuan Perilaku
Tujuan perilaku adalah tujuan yang diharapkan berasal dari dalam diri petani itu sendiri.
Tujuan Perilaku  Pelaku Utama
Tanaman Pertanian
Padi sawah:
Petani selalu menggunakan varietas padi bersertifikat dari 50% menjadi 70%.
Petani mau mengaplikasikan sistem tanam jajar legowo 4 :1 dan 2 :1 dari 30% menjadi 50%.
Petani mau menggunakan pupuk organik dari 45% menjadi 80%.
Petani mau menggunakan prinsip PHT dari 60% menjadi 75%.
Petani dapat bergabung dengan kelompok tani sesuai anjuran dari 50%     menjadi 75%.
Petani dapat mengoptimalkan pemanfaatan saluran irigasi sesuai aturan dari 30% sampai 65%.
Pelaku usaha bergabung dalam kelompok usaha pertanian sesuai anjuran dari 10% menjadi 40%.
Petani dapat menjalankan fungsi kelompok tani sesuai petunjuk dari 3 menjadi 6.
Kacang panjang
Petani selalu melakukan pemberian mol dari keong mas dalam budidaya kacang panjang dari 0% menjadi 40%.
Petani selalu melakukan pemberikan pupuk berimbang sesuai anjuran dalam budidaya kacang panjang dari 40% menjadi 70%.

Tanaman Perkebunan
Kelapa sawit
Pekebun mau mengaplikasikan pemupukan berimbang dari 50% menjadi 75%.
Kakao
Petani selalu melakukan pemberian pupuk berimbang pada tanaman kakao sesuai anjuran dari 30% menjadi 60%.

Peternakan
Sapi
Peternak mampu mengolah jerami padi menjadi pakan ternak untuk sapi dari 15% menjadi 55%.
Peternak selalu menggunakan kandang ternak sesuai aturan dari 45% menjadi 70%.
Ayam buras
Peternak selalu melakukan penberian vaksin pada ternak ayam buras dari 30% menjadi 65%.

Tujuan  Perilaku Pelaku Usaha
Pengusaha saprodi mau melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan dari 50% menjadi 95%.
 Pengusaha tani dapat mengolah jagung menjadi pop corn dari 0% menjadi    45%.
Pelaku usaha mau bergabung dengan kelompok usaha pertanian sesuai petunjuk dari 10% menjadi 40%.

B. Tujuan  Non Perilaku
Adalah tujuan yang diharapkan berasal dari non prilaku yang berasal kelembagaan.
Tujuan Non Perilaku Pelaku Utama
Dinas Pertanian memberikan bantuan benih padi unggul bersertifikat.
Dinas pertanian dapat memberikan bantuan pupuk bersubsidi tepat waktu dan kebutuhan pupuk petani terpenuhi.  
Peternak mudah mendapatkan pakan tambahan pada ternak.
Koperasi dapat memenuhi kebutuhan  pelaku usaha dalam meminjam modal usaha.

Tujuan Non Perilaku Usaha
Tersedianya Kios saprotan, kios saprodi dan pasar desa.
Tersedianya alat dan mesin pertanian.


IV. MASALAH

A. Masalah Perilaku
Sebelum disepakati sebagai permasalahan, terlebih dahulu dilakukan  identifikasi masalah  yang kerap kali dihadapi oleh petani di desa Peria-Ria antara lain ditinjau dari beberapa aspek :
1. Masalah Perilaku Pelaku Utama
a. Tnaman Pertnian
1) padi sawah
a) Petani belum menggunakan benih unggul sebesar 50%.
b) Petani belum mengaplikasikan sistem jajar legowo 4 :1 dan 2 :1 sebesar 70%.
c) Petani belum menggunakan pupuk organik sebesar 55%.
d) Petani belum menggunakan prinsip PHT sebesar 40%.
e) Petani belum mau bergabung dengan kelompok tani sesuai anjuran sebesar 50%.
f) Pelaku usaha yang belum tergabung dalam usaha kelompok usaha pertanian sesuai anjuran sebesar 90%
g) Petani belum mengoptimalkan pemanfaatan saluran irigasi dengan baik sebesar 70%.
h) petani belum menjalakan fumgsi kelempok tani sesuai petunjuk sebesar 3 kelompok.

2) Kacang panjang
Petani belum melakukan pemberian mol dari keong mas dalam budidaya kacang panjang.
Petani belum melakukan pemberikan pupuk berimbang sesuai anjuran dalam budidaya kacang panjang sebesar 60%.


Tanaman Perkebunan 
Kelapa sawit
Pekebun belum mengaplikasikan pemupukan berimbang sebesar 50%.
Kakao
Petani belum melakukan pemberian pupuk berimbang pada tanaman kakao sesuai anjuran sebesar 70%.

Peternakan
Sapi
Peternak belum mampu mengolah jerami padi menjadi pakan ternak untuk sapi sebesar 85%.
Peternak belum menggunakan kandang ternak sesuai aturan sebesar 55%.
Ayam buras
Peternak belum melakukan penberian vaksin pada ternak ayam buras sebesar 70%.

2. Masalah  Perilaku Pelaku Usaha
Pengusaha saprodi mau melakukan kerja sama dengan lembaga keuangan dari 50% menjadi 95%.
 Pengusaha tani dapat mengolah jagung menjadi pop corn dari 0% menjadi    45%.
Pelaku usaha mau bergabung dengan kelompok usaha pertanian sesuai petunjuk dari 10% menjadi 40%.







B. Masalah Non Perilaku
Disamping permasalahan yang bersifat perilaku terdapat juga permasalahan non perilaku. Tetapi masalah non perilaku tersebut akan disampaikan pada forum Musrenbang, antara lain adalah :

1. Masalah Non Perilku Utama
a. Sulitnya memperoleh benih padi ungul  bersertifikat.
b. Petani sulit mendapatkan pupuk bersubsidi.
c. Peternak sulit mendapatkan pakan tambahan pada ternak.
d. Koperasi kurang memadai dalam meminjam modal.
2. Masalah Non Perilaku Usaha
a. Kurang tersedianya  Kios saprotan, kios saprodi dan pasar desa.
b. Petani masih kekurangan alat dan mesin pertanian.
















V. RENCANA KEGIATAN

Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam mengatasi permasalah yang ada dituangkan dalam rencana kegiatan penyuluhan. Rencana kegiatan ini dibagi menjadi 2 (dua), pertama yaitu berhubungan dengan perilaku dan kedua adalah menyangkut non perilaku. 
A. Kegiatan Penyuluh Untuk Perubahan Perilaku
Dalam hal ini terdapat tiga permasalahan pokok yang dicarikan jalan keluarnya, yaitu komoditas padi, perkebunan kakao dan peternakan ayam buras. Penyuluhan tentang komoditas padi dilakukan oleh penyuluh dengan kelompok tani sebagai sasaran dan dilaksanakan pada lokasi usaha tani masing-masing kelompok tani. Kegiatan penyuluhan tersebut menggunakan metode Ceramah, diskusi dan demplot. Dengan dana yang bersumber dari APBN, APBD, dan BPP.
Masih rendahnya tingkat kemauan para petani kakao di desa Peria-Ria yang mau melakukan pemupukan sesuai dengan dosis yang di tentukan perlu di tingkatkan kemauan para petani melakukan pemupukan sesuai dosis pemupukan yang di anjurkan. Sasarannya yaitu pelaku utama terdiri dari petani dewasa dengan menggunakan metode penyuluhan dengan jenis demplot dimana pengarahan dengan materi yang di sampaikan yaitu Pemupukan kakao dengan dosis anjuran dari 35% menjadi 60%. Sumber biaya berasal dari APBD sebagai penanggung jawab dalam hal ini yaitu koordinator penyuluh dan sebagai pelaksana penyuluh pertanian Desa Peria-Ria dengan tujuan dalam meninggkatkan kemauan petani dari masalah yang tidak mau melakukan pemupukan sesuai dosis anjuran dari 35% menjadi 60% sebanyak 50%.
Rendahnya tingkat kemauan para Peternak di Desa Peria-Ria dalam menggunakan vaksin pada ternak secara teratur dan sesuai anjuran,untuk itu perlu di tingkatkan kemauan para pekebun menggunakan vaksin pada ternak secara teratur dan sesuai anjuran.                                                                                                                                                               Dari yang mau sebesar 20% akan di tinggkatkan menjadi 30%. Sasarannya yaitu pelaku utama terdiri dari petani dewasa dengan menggunakan metode penyuluhan dengan jenis metode ceramah dan diskusi, Dengan dana yang bersumber dari APBN, APBD, dan BPP.
B. Kegiatan Penyuluh Untuk Perubahan Non Perilaku
Tentang permasalahan yang berkaitan dengan hal non perilaku, maka penyelesaiannya dibawa ke forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan(Musrenbang) tingkat Nagari untuk selanjutnya diteruskan ke tingkat Musrenbang Kecamatan serta Musrenbang Kabupaten.
Disamping itu bantuan dari Dinas instasi serta lembaga lainnya juga sangat dibutuhkan guna penyelesaian masalah-masalh yang bukan perilaku tersebut. Sebagai contoh adalah :
1. Sulitnya memperoleh benih padi ungul  bersertifikat untuk itu kegiatan yang dilakukan, mengajukan permohonan bantuan benih bersertifikat ke dinas pertanian, BPSB membuat penangkaran benih padi unggul bersertifikat di Desa Peria-Ria.
2. Peternak sulit mencari pakan tambahan ternaknya untuk itu kegiatan yang dilakukan, – Kios saprodi menyediakan pakan ternak, – Kordinasi dengan pengusaha pakan ternak.


VI. PENUTUP

Dengan tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian Desa Peria-Ria Tahun 2017,  diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan acuan bagi penyelenggara penyuluhan pertanian di Desa Peria-Ria dalam merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, memonitor dan mengevaluasi penyelenggaraan penyuluhan pertanian di Wilayah Kerja Penyuluhan Pertanian (WKPP) masing-masing.
Selanjutnya  Programa Penyuluhan Pertanian Desa Peria-Ria  Tahun 2017, dapat dijabarkan pelaksanaannya dalam Rencana Kerja Tahunan bagi para Penyuluh Pertanian di Desa Peria-Ria dalam mendukung Program Pembangunan Pertanian  dan sekaligus sebagai bahan perencanaan penyusunan anggaran tahun 2017.
Dalam melaksanakan kegiatan programa perlu adanya dukungan dari berbagai pihak  dan memanfaatkan semua potensi wilayah yang ada baik SDM, SDA, SDF, SDK, kelembagaan, sarana dan prasarana dan lain-lain yang semuanya terfokus kepada kebutuhan dan kepentingan pelaku utama dan pelaku usaha sehingga tujuan penyuluhan dapat tercapai.