PERBEDAAN KARYA ILMIAH
DENGAN NON-ILMIAH
A.
KARYA
ILMIAH
Karya
ilmiah menurut Hery Firman adalah Memberikan penjelasan bahwa karya tulis
ilmiah adalah laporan yang ditulisakan dan dipublikasikan atas pengkajian yang
teliah dilakukan oleh inividu ataupun sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan
etika keilmuan, yang sehingga apa yang dilaporkan dapat dipertanggungjawabkan.
CIRI CIRI KARYA ILMIAH
a.
Objektif
Segala keterangan yang dikemukakan dalam tulisan
itu adalah benar dan apa adanya sesuai dengan data dan fakta yang
diperoleh. Keobjektifan karya ilmiah
dapat dicapai dengan tersedianya data literatur dan data lapangan yang memadai
(datanya harus representatif), dan jangan sekali-kali seorang penulis
memanipulasi data.
b.
Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setriap
pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan –kepentingan tertentu baik
kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan
yang besifat mengajak, membujuk dan mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan .
c.
Sistematis
Uraian disusun menurut pola tertentu sehingga jelas urutan dan
kaitan antara unsur-unsur tulisan (berkesinambungan, berurutan, berkaitaan)
d.
Logis
Kelogisan bisa dilihat dari pola nalar yang
digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Pola nalar induktif digunakan
untuk menyimpulkan suatu fakta sebaliknya pola deduktif digunakan untuk
membuktikan suatu teori.
e.
Menyajikan fakta ( bukan emosi atau perasaan )
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam
karya ilmiah harus factual, yaitu menyajikan fakta
f.
Tidak pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak
berlebihan atau langsung tepat menuju sasaran
g.
Bahasa yang digunakan adalah formal
Unsur-unsur
karya ilmiah :
Ø Kata
Ø Angka
Ø Tabel dan
Ø gambar.
( yang tersusun alur pikir yang teratur )
Jenis –Jenis
Karya Tulis Ilmiah :
Ø Paper
Ø Skiripsi
Ø Thesis
Ø Disertasi
Ø Naskah
seminar
Ø Jurnal
penelitian
Ø dll
B.
KARYA
NON-ILMIAH
Karya non-ilmiah sangat bervariasi topic
dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum, ditulis
berdasarkan fakta pribadi, umumnya bersifat subyektif, gaya bahasa biasanya
popular.
1. Ciri –Ciri Non-Ilmiah :
·
Ditulis berdasarkan fakta pribadi,
·
Fakta yang disimpulkan subyektif,
·
Gaya bahasa konotatif dan populer,
·
Tidak memuat hipotesis,
·
Penyajian dibarengi dengan sejarah,
·
Bersifat imajinatif,
·
Situasi didramatisir,
·
Bersifat persuasif.
·
Tanpa dukungan bukti
Karya Non-Ilmiah bersifat :
1. Emotif : merupakan kemewahan dan
cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit
informasi
2. Persuasif : merupakan penilaian
fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap
cara berfikir pembaca dan cukup informative
3. Deskriptif : merupakan pendapat
pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan
4. Jika kritik adakalanya tanpa
dukungan bukti.
Jenis-jenis
karya Non-Ilmiah :
Ø Dongeng
Ø Cerpen
Ø Novel
Ø Drama dan
Ø Roman
Perbedaan Karya Ilmiah dengan
No-Ilmiah :
Karya ilmiah :
- Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau empiri.
- Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
- Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah.
Karya Non Ilmiah :
Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya
bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya
nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Sifatnya
:
1.
Emotif : merupakan kemewahan dan cinta lebih
menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi
2.
Persuasif : merupakan penilaian fakta tanpa
bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir
pembaca dan cukup informative
3.
Deskriptif : merupakan pendapat pribadi,
sebagian imajinatif dan subjektif, dan
Jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti
CONTOH KARYA ILMIAH
Kumpulan
Karya Tulis Ilmiah
Pada
Lomba Karya Tulis Ilmiah Tahun 2014
Tema
“Inovasi Medan Berhias
(Bersih,
Hijau, Asri dan Sehat”)
PEMANFAATAN RUNNING TEXT
DALAM MENGATASI KEMACETAN MENUJU
MEDAN BERHIAS
Syafrida
Hani
BAB I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Pertumbuhan
jumlah kenderaan di kota Medan
yang semakin pesat dan tidak diikuti dengan peningkatan sarana dan prasarana jalan yang memadai
berdampak pada terjadinya kemacetan lalu lintas terutama pada jam-jam sibuk.
Tingginya arus lalu lintas Pagi hari diantara jam 7.30 wib sampai dengan jam
9.30 wib siang hari pada jam istirahat jam 12.00 wib sd. Jam 13.30 dan sore
hari mulai dari jam 16.30 wib sd. 19.00 wib. Wilayah kemacetan terjadi di
jalan-jalan utama di pusat kota terutama di wilayah perkantoran, pusat
perbelanjaan dan daerah industri. Dari
data statistik Kota Medan bahwa pertumbuhan kenderaan sebesar 19,85% dapat
dilihat bahwa perkembangan
jumlah kenderaan dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yang sangat
signifikan. Walaupun kondisi kemacetan belum separah kota Jakarta tetapi
alangkah lebih baik jika pihak pemerintah kota Medan sudah harus berbenah diri
dari sekarang sebelum semua menjadi lebih Parah. Melihat tingkat
pertumbuhan ekonomi yang juga semakin meningkat, tentu saja akan meningkatkan
daya beli masyarakat sesuai kebutuhan sarana transportasi. Apalagi sarana
angkutan umum di kota Medan ini masih kurang diminati kalangan menengah ke atas
dengan alasan rawan tindakan kriminal, supir yang ugal-ugalan, panas dan
berbagai ketidaknyamanan dialami saat naik kenderaan umum. Kepadatan arus lalu
lintas berdampak pada kenyamanan dan keasrian kota, kondisi jalan yang
belummemadai ditambah lagi dengan maraknya perbaikan dan pembangunan drainase
disetiap ruas jalan yang rawan banjir, menyebabkan semakin tidak lancarnya lalu
lintas di Kota Medan. Debu dan asap yang menyesak dada dan rongga pernafasan
disaat cuaca panas. Becek dan banjir dimana-mana di saat hujan, menyebabkan
ketidaknyamanan para pengguna jalan dan masyarakat di sekitar. Semakin padatnya
jumlah arus lalu lintas kenderaan, sedangkan untuk menambah jumlah sarana jalan
raya dan prasarana lainnya butuh waktu dan
perencanaan yang panjang dan tentu saja berbiaya tinggi. Maka dibutuhkan
ide-ide kreatif dan inovatif untuk dapat membantu pihak Pemerintah Kota Medan
untuk memanfaatkan saran prasana yang sudah ada demi kelancaran
dan kenyamanan di jalan raya. Berbagai upaya yang selama ini dilakukan pun
masih belum mampu mengantisipasi tingkat kemacetan yang terjadi. Layanan
traffic light yang disertai dengan waiting time, pelebaran
jalan, dan kebijakan penerapanan jalan satu arah
pada ruas jalan tertentu juga menimbulkan kemacetan pada jalan lainnya.
Sementara menunggu kebijakan untuk pelebaran jalan dan sarana lainnya tentu
membutuhkan biaya yang
tinggi dan waktu yang lama. Tulisan ini ingin memberikan solusi alternative
yang dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan fasilitas umum yang sudah ada,
dan dapat ditambahkan kemanfaatannya sehingga dapat membantu pemerintah Kota
Medan dalam mengatasi semakin tingginya tingkat kemacetan di Kota Medan. Salah
satu fasilitas umum yang sudah
ada dan memungkinkan untuk dapat ditambah fungsinya adalah running text, jika
alat ini dijadikan sebagai sarana informasi situasi dan kondisi jalan
diharapkan dapat memberikan informasi bagi pengendara dan penguna jalan untuk
menghindari kemacetan jalan. Dalam kesempatan ini penulis akan mencoba
menguraikan apa dan bagaimana peranan running text dapat dimanfaatkan sebagai
salah satu alternatif untuk mengantisipasi
kemacetan lalu lintas di Kota Medan.
b.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana peranan Pemerintah Kota Medan dalam
mengatasi kemacetan lalu lintas?
2. Bagaimana solusi alternatif yang dapat dilakukan
dengan memanfaatkan fasilitas running text bagi pemerintah kota Medan dalam
mengatasi kemacetan lalu lintas?
c.
Maksud dan tujuan
Maksud dan tujuan dilakukannya penelitian ini
adalah :
1. Untuk memberikan masukan dan solusi alternative
bagi pemerintah Kota Medan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Medan
2. Untuk memberikan kemudahan layanan lalu lintas
bagi pengguna jalan di kota Medan untuk dapat menghindari
kemacetan di jalan raya melalui layanan running
text.
d.
Kerangka Teori
Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau
bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan
melebihi kapasitas jalan. Budi Baihaki (2012). Banyak hal yang dapat
menyebabkan kemacetan, antara lain jumlah kenderaan yang melewati jalan telah
melampaui kapasitas jalan, traffic light tidak menyala, terjadi kecelakaan,
perbaikan jalan ataupun parit, banjir, parkir yang tidak tertata rapi, acara
tertentu yang menggunakan badan jalan seperti
pesta atau kemalangan dll. Termasuk sekolah-sekolah yang berada di jalan-jalan
utama, bahkan untuk di kota Medan secara khusus prilaku supir kenderaan umum (angkot) yang sering ugal-ugalan di jalan, sembarangan
memberhentikan kenderaan untuk menaikkan dan menurunkan penumpangnya, sehingga
mengganggu pengguna jalan yang lain.Kemacetan lalu lintas menurut Budi Baihaki
(2012) memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain disebabkan:
- Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang
rendah
- Pemborosan energi, karena pada saat berhenti
kenderaan tetap menyala sehingga menambahkonsumsi bahan bakar
- Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang
lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan
penggunaan rem yang lebih tinggi,
- Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan
rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi
yang optimal,
- Meningkatkan stress pengguna jalan,
- Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti
ambulans, pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Sedangkan Baroto Setyo (2004) mengungkapkan adanya
hubungan kemacetan lalu lintas terhadap kualitas hidup penduduk, tingkat
kualitas hidup penduduk diukur berdasarkan indikator kesehatan akibat
pencemaran udara oleh kemacetan lalu lintas, yaitu dengan variabel gangguan
kesehatan, biaya pengobatan dan waktu tidak penuh kerja.
Kemacetan lalu lintas di jalan
raya umumya disebabkan karena tidak sebandingnya jumlah kenderaan yang
melintasi jalan dengan saran jalan yang ada. Belum optimalnya kualitas
pelayanan prasarana jalan, ditandai dengan banyaknya kondisi jalan rusak
sehingga menimbulkan keterbatasan akses darisatu temapt ke tempat lainnya.
Menurunnya kualitas pelayanan prasarana jalan yang ada di jalur-jalur ekonomi
tersebut disebabkan muatan dan dimensi berlebih, serta terbatasnya dana pemeliharaan. Hal tersebut
mengakibatkan biaya operasi kendaraan dan biaya distribusi barang menjadi mahal
dan tingkat kompetitifnya menurun (penelitian Balitbang Prov Sumatera Utara,
2010). Kemacetan lalu lintas berdampak pada pemborosan bahan bakar, pencemaran
udara, tingginya tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, hilangnya
akses bagi pejalan kaki, sehingga kota tidak menarik bagi pariwisata
(Hairulsyah, 2006)Pada umumnya langkah - langkah yang diambil untuk mengatasi kemacetan lalu
lintas dilakukan dengan peningkatan kapasitas jalan, memperlebar atau
memperluas jalur dan meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas,
persimpangan tidak sebidang/flyover, dan mengembangkan inteligent transport
sistem (Budi Baihaki, 2009). Hal lain yang dapat dilakukan oleh pemerintah kota
adalah pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum memperbaiki kualitas
pengawasan manajemen lalu lintas dengan meningkatkan penegakan hukum oleh
aparat pengawas. (Barata Setyono, 2004)
Jika mengacu kepada kebijakan pemerintah pusat yang
berupaya membatasi pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya
pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk
yang tinggi. Sedangkan pemerintah DKI Jakarta banyak hal yang dapat dicontoh
untuk mengatasi kemacetan, walaupun semua kebijakan yang telah dilakukan masih
belum dapat mengatasi
permasalahan yang dihadapi. Kebijakan yang telah dilakukan antara lain,
pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti
diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain
pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur
busway, rencana lebih lanjut pemerintah DKI berencana melakukan pembatasan
penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang
direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP),
dan telah diterapkan di Singapura dan LondonRunning text saat ini sangat marak
penggunaannya di kta-kota besar di seluruh dunia, tak terkecuali Kota Medan sebagai
kota metropolitan terbesar di Sumatera. Umumnya running text digunakan hanya
sebagai promosi dan iklan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk
menyampaikan informasi produkataupun menarik minat konsumen. Bagi pihak
pemerintah running text ini digunakan sebagai sarana informasi dan komunikasi
untuk menyampaikan program kerja dan informasi umum berkaitan dengan
pemerintahan. Dalam kesempatan ini penulis mencoba mengembangkan ide untuk
memanfaatkan running text sebagai salah
satu alat yang dapat digunakan oleh Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas
untuk menginformasikan kondisi
lalu lintas di waktu-waktu tertentu. Hal ini tidak akan merugikan pihak
manapun, justru hal ini akan meningkatkan manfaatnya menjadi informan yang
handal dalam semua aspek.
e.
Metode Penulisan
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah
metode dokumenter yakni salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian sosial untuk menelusuri data historis (Burhan Bungin, 2007, hal
121). Data yang digunakan dalam penulisan ini adalah data berupa dokumen
tulisan dan artikel dari media cetak dan media elektronik. Data dokumenter yang
telah dikumpulkan nantinya akan diurai dan dianalisis dengan menggunakan
analisa
isi dokumen (Content analysis document). Metode
penulisan Content analysis document adalah yakni teknik yang digunakan untuk
menarik kesimpulan melalui usaha menemukan karakteristik pesan dan dilakukan
secara objektif dan sistematis (Moleong, 2007, 220).
BAB II. PEMBAHASAN
a. Identifikasi masalah
Kondisi jalan di Kota Medan saat ini terus mengarah
pada perbaikan, pihak pemerintah dalam hal ini dinas perhubungan bekerjasama
dengan Dinas Pekerjaan umum juga terus berbenah untuk menyediakan sarana dan
prasana guna kelancaran arus lalu lintas di Kota Medan. Namun kondisi yang
terjadi saat ini infrastuktur yang ada belum menunjukkan hasil yang baik.
Tingginya tingkat kemacetan di Kota Medan sudah mulai mengahambat aktivitas
berbagai pihak, dimana waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya menjadi
lebih lama dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi semua pengguna jalan dan
masyarakat sekitar. Kemacetan terjadi buka hanya di jalan-jalan utama, tetapi
juga hampir disetiap ruas jalan menuju jalan utama (daerah kota dan
perkantoran). Dampak lainnya adalah lingkungan menjadi tidak asri dan tidak
sehat disebabkan polusi udara karena debu dan asap kenderaan. Permasalahan
utama yang harus dicarikan solusinya adalah bagaimana menghindari ataupun
meminimalisir terjadinya kemacetan lalu lintas. Jika dilihat dari aspek
pembangunan sarana dan prasarana tidak memungkinkan dalam waktu dekat.
Pemerintah kota Medan melalui Dinas Perhubungan dalam jangka panjang sudah
merencanakan peningkatan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi kemacetan di
jalan raya dan dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan rencana tersebut cukup
besar dan masa waktu yang tidak singkat. Maka dalam kesempatan ini penulis
mencoba mengemukan ide kreatif dengan memanfaatkan running text yang saat ini
sudah sangat banyak disetiap sudut persimpangan jalan. Running text yang
dikelola langsung oleh pihak Pemeintah Kota Medan maupun Swasta ini akan dapat
dimanfaatkan sebagai salah satu solusi alternatif untuk membantu mengatasi
kemacetan.
b. Analisis Masalah
Selama ini informasi mengenai kepadatan lalu lintas
dan kondisi jalan raya biasanya dapat diperoleh pengguna jalan melalui media
komunikasi terutama dari siaran radio. Tidak dapat dipungkiri peranan radio
bagi pengguna kenderaan terutama mobil menjadi satu-satunya informasi yang
paling update untuk mengetahui kondisi jalan apakah lancar atau tidak.
Sementara pihak pemko melalui Dinas Perhubungan yang dibantu oleh pihak
kepolisian jalan raya biasanya turun ke jalan setelah terjadi kemacetan yang
panjang. Media radio-lah yang sudah menginformasikan
terlebih dahulu kepada pengguna jalan melalui program acara yang sengaja
disampaikan pada pendengarnya di jam-jam sibuk. Sebenarnya jika dilihat dari penggunaan fasilitas
layanan informasi yang masih banyak hal yang dapat dikembangkan oleh pemerintah
kota Medan, salah satunya adalah running text. Pengelolaan running text selama
ini dilakukan secara manual oleh masing-masing pengelola sesuai informasi yang
ingin mereka sampaikan. Bagi pemerintah pemanfaatan running text
ini masih hanya berisikan informasi-informasi kegiatan pemerintah, prestasi, informasi
kebijakan dan informasi lainnya yang bersifat umum. Sedangkan bagi pihak swasta
running text digunakan untuk sarana promosi dan memperkenalkan produk mereka.
Beberapa lokasi yang penulis dapat amati running text yang dikelola Pemerintah Kota Medan antara lain, simpang jalan
Ahmad Yani dan jalan Pemuda, Merdeka Walk, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sudirman,
Jalan Pattimura, Jalan Gatot Subroto. Posisiletak running text yang berada pada
kawasan padat lalu lintas sangat cocok untuk dimanfaatkan memberikan informasi lalu lintas, baik mengenai pantauan
kepadatan jalan maupun jalan-jalan alternatif yang dapat dipilih pengguna jalan
untuk menghindari kemacetan di jalan. Sedangkan yang dikelola oleh Swasta ini
sangat banyak dan menurut penulis dapat dimanfaatkan untuk membantu
menginformasikan kondisi arus lalu lintas di jalan raya. Seperti yang diungkap
Hairulsyah dalam penelitiannya,
dengan meningkatkan peranan dan melibatkan beberapa pihak saja akan
memungkinkan untuk meminimalisir terjadinya kemacetan yang bertambah parah.
Teknis Kerja running text untuk mengatasi kemacetan Lalu Lintas
1. Pihak yang Terkait
Untuk dapat melaksanakan kegiatan ini tentunya akan
melibatkan berbagai pihak maka, dalam hal ini yang harus berperan adalah: :
a. Pihak pemerintah Kota Medan dalam hal ini Dinas
Perhubungan, berperan sebagi
pihak yang akan memantau kondisi jalan, dan arus lalu lintas
b. Kepolisian Lalu Lintas, berperan sebagai pihak
yang mengelola kepatuhan pengguna jalan terhadap peraturan lalu lintas.
c. Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda), berperan
sebagi pihak yang mengetahui dan memiliki data pihak swasata yang memiliki dan
memasang running text pada usahanya. Karena running text adalah sarana promosi
dan iklan yang oleh Pihak Dipenda data tersebut digunakan untuk memungut pajak
atas reklame.
2. Cara Kerja
Pihak yang paling berperan untuk melakukan kegiatan
ini adalah pihak Dinas
Perhubungan. Langkah-langkah yang harus dilakukan secara sederhana dapat
dilakukan sebagai berikut :
a. Dinas perhubungan melakukan pendataan berdasarkan
data yang diterima dari Dipenda Kota Medan, dan sangat lebih baik dan akurat
jika dilakukan pendataan langsung di setiap jalan-jalan yang diprioritaskan
untuk 1q25
b. Menghubungi setiap pengelola running text dan
membuat kesepakatan untuk mau terlibat dalam penyampaian informasi lalu lintas,
baik yang berasal dari dinas perhubungan maupun kepolisian. (Untuk kelancaran
hal ini kemungkinan harus ada surat edaran dari pihak Walikota Medan mengenai
keharusan dan kerjasama dari pihak pengelola running text terutama pengelola
swasta).
c. Setelah terdata dan ada kesepakatan kerjasama,
maka Dinas perhubungan harus menyiapkan personil (informan) yang setiap saat
mengadakan pengawasan atau melakukan pemantauan lapangan di setiap ruas jalan
raya secara bergantian setiap hari setiap
jam. Informan ini juga dapat memanfaat pengguna jalan dengan memberikan line
telepon atau sms kepada operator yang stand by setiap saat.
d. Operator sebagai pusat informasi yang menerima
informasi dan kondisi lalu lintas dari seluruh informan di jalan raya akan
menghubungi setiap pengelola running text untuk menyampaikan informasi tentang
kondisi jalan mana yang mengalami kemacetan dan memberikan jalur alternative
yang dapat digunakan pengguna jalan untuk menghindari kemacetan.
e. Informasi mengenai jalur alternatif ini tentu
saja juga berdasarkan informasi dari informan, pengguna jalan dan tentu saja
pihak kepolisian lalu lintas.
Langkah yang diuraikan diatas ini menurut penulis
dapat masih harus dikembangkan, dan langkah tersebut masih sangat sederhana.
Penulis meyakini bahwa tulisan ini merupakan salah satu alternatif untuk
mengantisipasi kemacetan dengan berbiaya murah dan mudah hanya perlu
memanfaatkan sarana yang sudah ada selanjutnya dikemas dengan menggunakan
tambahan teknologi komunikasi dan kordinasi kepada pihak terkait maka
kemanfaatan dari running text menjadi sarana komunikasi yang dapat
meminimalisir tingkat kemacetan di Kota Medan.
BAB III. PENUTUP
Untuk mengatasi kemacetan lalu lintas diperlu
kerjasama dan komitmen yang
tinggi dari pihak pemerintah dalam memikirkan dan mencari solusi alternatif
sebelum terjadi kondisi yang lebih parah. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas ini
adalah dengan menambah sarana dan prasarana jalan raya yang memadai seperti
penambahan jalur dan perluasan jalan raya melalui pelebaran dan pembangunan
jembatan fly over, perbaikan jalan, dan lain-lain. Rencana tersebut tentu sudah
menjadi pemikiran dan perencanaan yang mendalam dari pihak pemerintah Kota Medan.
Namun hal tersebut tidak mudah diwujudkan, karena membutuhkan waktu yang lama
(bertahun-tahun) dan biaya yang tidak sedikit. Dalam kesempatan ini penulis
menawarkan pemanfaatan running text untuk
digunakan sebagai sarana mengantisipasi kemacetan lalu lintas. Ide kreatif ini
sangat sederhana dalam pelaksanaannya dan sangat mungkin untuk diterapkan.
Biaya murah karena sarana sudah ada, cukup dengan meningkatkan peran aktif
semua pihak yang terkait maka program ini akan membantu percepatan mewujudkan Medan
Berhias. Dengan kordinasi dan kerjasama dari beberapa pihak maka Medan akan
“berhias” dalam makna berhias
yang sebenarnya. Berhias untuk mempercantik pelayanan pemerintah dalam
pelayanan jalan raya dan kenyamanan pengguna jalan. running text tidak hanya
mempercantik kota dan menimbulkan kesan eksklusif bagi pihak yang memasangnya, tetapi juga akan memberikan
informasi yang akurat bagi pengguna jalan raya.
DAFTAR PUSTAKA
Baroto Setyono, Hubungan Kualitas
Hidup Penduduk Kota dengan
Kemacetan Lalu Lintas: Studi
Kasus Kota Depok, Thesis
Universitas Indonesia
Budhi Baihakki, 2012, Kemacetan Transportasi dan Kurang Baiknya Infrastruktur di
Ciputat,
http://kuliahtantan.blogspot.com/2
012/10/proposal-penelitian kemacetan.html diakses 27 September 2013
Bungin, M Burhan 2008. Penelitian Kualitatif,
Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu social Lainnya. Penerbit Kencana
,
Jakarta
Balitbang Provinsi Sumatera Utara,
2010, Kajian Mengatasi Kemacetan Jalan Medan
–Brastagi di Sumatera Utara, Laporan Akhir Penelitian
Balitbang Pemko Medan
Hairulsyah, 2006, Kajian tentang Transportasi di
Kota Medan dan Permasalahannya (Menuju Sistem Transportasi yang berkelanjutan),
Jurnal Pembangunan dan Pengembangan Wilayah Wahana
Hijau, Volume 1 No.3 h. 110-120.Moleong, Lexi J, 2007, Metode Penelitian
Kualitatif, Penerbit Remaja Rosda Karya Bandung
www.pemkomedan.go.id.
CONTOH
KARYA NON-ILMIAH : CERPEN
SI MANIS JEMBATAN ANCOL
Film Si Manis Jembatan Ancol
produksi tahun 1973 merupakan salah satu film cerita yang sudah melegenda di
masyarakat.
Maria (Lenny Maria) dan John
(Farouk Afero) seorang anak Kompeni yang merupakan anak buah blasteran Belanda
Manado adalah sepasang kekasih. Maria yang seorang Melayu dan John meski
seorang Belanda namun berkulit hitam. Bagi teman-teman John, Maria adalah
seorang anak yang kampungan. Namun demikian banyak orang yang suka akan suara
Maria sehingga dalam beberapa pesta Maria di undang untuk menghadirinya dan di
daulat untuk menyanyi.
Namun sayang hubungan Maria dan
John tidak di setujui oleh kedua orang tua mereka, sehingga untuk berpacaran
mereka selalu melakukannya secara sembunyi-sembunyi. Ayah John menginginkan
kalau anaknya akan menikah dengan seorang Belanda juga bukan seorang inlander,
demikian sebutan bagi warga pribumi oleh Belanda kala itu. Sementara itu ayah
Maria yang sedang sakit Haji Acim (Mansyur Syah) juga demikian, ia menginginkan
anaknya memiliki suami orang pribumi yang taat dan soleh.
Mengingat sakitnya yang kian
parah, Haji Acim menyuruh Maria untuk mengenalkan pacarnya padanya. Maka
segeralah Maria berangkat ke rumah John untuk mengajaknya kerumah, namun belum
lagi masuk kedalam, Maria sudah di usir oleh ayah John yang mengatakan kalau ia
tidak butuh babu. Maria sedih dan kecewa, ia pun pulang dengan menumpang Sado.
Melihat kesedihan penumpangnya, maka supir Sado, Husin (Krisbiantoro) pun
iseng-iseng menanyakan penyebabnya pada Maria. Setelah berhasil mengeluarkan
uneg-unegnya, maka Husin pun akhirnya bersedia membantu Maria untuk
berpura-pura menjadi pacar Maria yang akan di kenalkan pada Haji Acim yang
sedang sakit keras. Maka datanglah Husin ke pada Haji Acim dan mengaku telah
berpacaran selama 5 bulan. Selama itu pula Maria belum pernah mengenalkannya
pada ayahnya.
Sementara itu, ketika Maria
sedang mencuci pakaian di kali, John menyusulnya ke kali dan akan mencium
Maria. Namun Maria menolaknya yang membuat John menjadi kesal. Sepulang dari
mencuci, Maria sudah ditunggu oleh uwaknya di jalan, agar Maria segera
menjemput Husin atas perintah Haji Acim ayahnya. Maria di buat bingung, namun
agar tidak terjadi apa-apa maka Maria menuruti perintahnya dan segera menjemput
Husin.
Setelah Maria dan Husin sampai
di rumah, maka baru tahulah ia kalau keduanya akan di nikahkan, karena Haji
Acim merasa waktunya sudah dekat walau ajal adalah urusan yang Maha Kuasa. Kali
ini untuk menyenangkan orangtuanya lagi-lagi Maria meminta tolong kepada Husin
agar ia mau menikahinya secara pura-pura dengan syarat setelah seminggu
diceraikan dan tidak boleh tidur sekamar. Karena merasa sudah menolong, maka
Husin pun setuju untuk menolong sekalian. Maria dan Husin pun di nikahkan di
hadapan penghulu dan secara hokum pernikahan mereka pun sah.
Haji Acim pun senang dan sayang
sekali kepada menantunya. Masalah lain timbul, setelah menikahi Maria, Husin
mulai jatuh cinta pada Maria dan menuntut Maria untuk melayaninya sebagai suami
istri, namun sayang Maria tidak rela begitu saja. Sehingga Husin pun menerima
saja, dan tidak jadi melakukan hubungan suami istri.
*****
Di Jalan Husin bertemu dengan
John yang sepedanya mogok, john menumpang pada Sado Husin dan minta di antarkan
pada rumah Maria. Setelah sampai di rumah Maria, dengan siulan khasnya, John
memanggil Maria untuk keluar. Maka bertemulah mereka berdua, dan akhirnya Maria
berterus terang kalau dirinya sudah menikah pura-pura dengan Husin, namun Husin
yang menguping tidak terima kalau ia menikah pura-pura, ia pun berterus terang
pada John kalau pernikahanya adalah sah. John pun marah. Husin dan John
berkelahi, sementara Maria lari kerumah setelah diberi pilihan oleh John untuk
memilih ia atau Husin.
Akibat perkelahian dengan John,
dampaknya Husin menjadi buronan Kompeni. Ia pun tertembak ketika sedang berlari
menghindar dari Kompeni yang mencarinya, sementara itu Maria kabur dari rumah.
Dalam proses melarikan diri, Maria di ganggu oleh orang jahat dan harta
bendanya pun di rampas. Keesokan harinya, orang-orang di buat heboh atas
ditemukannya seorang mayat wanita. Sementara itu atas kaburnya Maria, Husin
berusaha mencarinya, dan menemukan orang yang merampas baju-baju Maria dan
menjualnya di pasar. Husin pun membelinya dan membawannya kerumah Haji Acim.
Akhirnya mereka yakin kalau mayat perempuan yang mengapung di kali adalah mayat
Maria.
Setelah kematian Maria di kali
Ancol, maka pada malam-malam tertentu Maria sering memunculkan diri yang
membuat orang-orang pun takut.
*****
Maria si manis
jembatan Ancol, atau ada juga yang mengenalnya Mariam, adalah sebuah legenda
yang sampai saat ini masih menjadi misteri ceritanya.