REKAYASA IDE REVIEW
PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas makalah rekayasa ide ini dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk
melengkapi nilai pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Semester 2
Program Studi Penyuluhan Perkebunan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan.
Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik berkat
bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Yusna Melianti, M. Hum sebagai
dosen pengampu.
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari
sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun penulis butuhkan demi kesempurnaan
laporan yang akan datang. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat
bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Medan, 28 Juni 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR............................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
I.
PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1.1. Latar Belakang............................................................................. 1
1.2. Rumusan Masalah........................................................................ 1
1.3. Tujuan ......................................................................................... 2
1.4. Manfaat........................................................................................ 2
II.
PEMBAHASAN................................................................................... 3
2.1. Pengertian Nasionalisme................................................................ 3
2.2. Bentuk-bentuk Nasionalisme......................................................... 4
2.3. Cara Meningkatkan Rasa Nasionalisme pada Anak SD.................. 5
2.4. Penyebab Melunturnya Nasionalisme Bangsa................................ 8
III.
PENUTUP........................................................................................... 10
A. Kesimpulan..................................................................................... 10
B. Saran................................................................................................ 10
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................ 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu
paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara atau nation
(Bahasa Inggris) degan mewujudkan satu identitas yang dimiliki sebagai ikatan
bersama dalam satu kelompok. Jika mengacu pada pertumbuhan awal nasionalisme,
dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan berupa kesetiaan seseorang
secara total diabdikan secara langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah
bangsa.
Rasa nasionalisme di Indonesia sekarang
ini sudah mulai luntur penyebabnya antara lain telah terkontaminasi dengan
budaya-budaya asing yang bebas menyebar di Indonesia tanpa ada pembatasan
masuknya budaya asing tersebut.
Makalah ini saya buat dengan maksud untuk
mengetahui bahwa rasa nasionalisme wajib ditanamkan dan dimiliki oleh setia
warga negara Indonesia sejak usia sedini mungkin, karena kekokohan suatu negara
berdasarkan rasa nasionalisme warga negaranya.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan nasionalisme ?
2. Apa
saja bentuk-bentuk nasional?
3. Sebut
dan jelaskan cara meningkatkan rasa nasionalisme pada anak sekolah dasar !
4. Sebut
dan jelaskan penyebab lunturnya rasa nasionalisme bangsa !
1.3. Tujuan
Makalah
Adapun makalah ini dibuat
dengan berbagai tujuan, adapun tujuan tersebut ialah :
1. Mengetahui
pengertian nasionalisme
2. Mengetahui
bentuk-bentuk nasionalisme
3. Agar
dapat meningkatkan rasa nasionalisme pada anak-anak sekolah dasar
4. Mengetahui
penyebab luntunya rasa nasionalisme warga negara Indonesia
1.4. Manfaat
Makalah
Adapun makalah ini dibuat
dengan berbagai manfaat, adapun manfaat tersebut ialah :
1. Pembaca dapat
mengetahui pengertian nasionalisme dan bentuk-bentuk nasionalisme
2. Pembaca dapat
meningkatkan rasa nasionalisme dan megetahui
penyebab lunturnya rasa nasionalime warga negara Indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
berasal dari kata”nasinal” dan “isme”, yaitu paham kebangsaan yang mengandung
makna kesadaran dan semangat cinta tanah air. Rasa nasionalisme juga identik
dengan memiliki rasa solidaritas. Nasionalisme juga mengandung makna persatuan
dan kesatuan. Dari beberapa makna tersebut pengertian nasionalisme adalah paham
yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan
satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Berikut ini beberapa pengertian nasionalisme menurut
ahli:
·
Pengertian
Nasionalisme Menurut Ernest Gellenervia: Nasionalisme adalah suatu prinsip
politik yang berpendapat bahwa unit nasional dan politik seharusnya seimbang.
·
Pengertian
Nasionalisme Menurut Anderson: Nasionalisme adalah kekuatan dan kontinuitas
dari sentimen dan identitas nasional dengan mementingkan nation.
·
Pengertian
Nasionalisme Menurut H. Kohn: Nasionalisme adalah suatu bentuk state of mind
and an act of consciousness.
·
Pengertian
Nasionalisme Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kemauan untuk bersatu
tanpa paksaan dalam semangat persamaan dan kewarganegaraan.
2.
Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sendiri sebagai
sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan
pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.
1)
Nasionalisme
Kewarganegaraan (Nasionalisme Sipil)
Negara dalam nasionalisme memperoleh kebenaran politik
dari penyertaan aktif rakyat ata warga negaranya, rakyat sebagai warga negara
berkehendak mewujudkan negara, terikat dan mengakui negaranya, cinta dan
membela negaranya.
2)
Nasionalisme
Etnis
Negara dalam nasionalisme ini memperoleh kebenaran
politik dari budaya asal atau etnis masyarakat di wilayah yang bersangkutan,
dianut oleh mayoritas masyarakat menjadikan ikatan kebersamaan menjadi
identitas yang mempersatukannya.
3)
Nasionalisme
Romantik (Nasionalisme Identitas)
Merupakan kelanjutan nasionalisme etnis, negara
memperoleh kebenaran politik secara organik dari adanya kesamaan bangsa atau
ras, kebersamaan bangsa tersebut dibangun dari semangat romantisme cerita
heroik yang terjadi dalam kehidupan sejarah bangsa atau ras yang bersangkutan,
karenanya disebut pula sebagai romantisme romantik.
4)
Nasionalisme
Budaya
Negara dalam nasionalisme ini memperoleh kebenaran
politik dari budaya bersama yang ada, berkembang, dan diakui, bukan yang
berasal dari sifat keturunan seperti warna kulit, ras, dan sebagainya.
5)
Nasionalisme
Kenegaraan
Bentuk nasionalisme kenegaraan ini merupakan variasi
nasionalisme kewarganegaraan, yang sering pula dikatakan dengan nasionalisme
etnis.
6)
Nasionalisme
Agama
Bentuk nasionalisme ini menempatkan persamaan agama
yang dianut warga negara menjadi legitimasi politik keberadaan suatu negara.
Namun demikian nasionalisme agama ini lazimnya sering dicampuradukan dengan
nasionalisme etnis. Akan tetapi kebanyakan kelompok nasionalisme agama hanya
merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut.
3.
Cara meningkatakan Rasa Nasionalisme pada Anak SD
Sekolah
merupakan lembaga pendidikan formal yang turut membantu tugas pendidikan
informal dalam lingkungan keluarga. Sekolah dapat dikatakan rumah kedua. Di
sekolah, selain mendapatkan pendidikan akademik anak juga mendapatkan
pendidikan moral dan spiritual.
Karena
itu sekolah juga mnjadi salah satu wadah yang tepat untuk menanamkan cinta
tanah air (rasa nasionalisme) kepada seoranga anak. Dalam hal ini guru sebagai
pengelola kelas mempunyai peranan yang lebih besar dibanding warga sekolah
lainnya seperti kepala sekolah, TU, maupun karyawan.
Salah
satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengadakan upacara bendera pada hari
Senin. Untuk membuktikan kecintaan kita terhadap tanah air tidak hanya mengikuti
upacara bendera. Namun dengan upacara bendera, kita telah mengajarkan kepada
anak untuk menghormati bendera nasional dan para pahlawan yang telah gugur.
Kita juga dapat mengintegrasikan penjelasan mengenai hal tersebut pada materi
pelajaran, misalnya Pkn dan IPS. Anak akan mengerti bahwa untuk mencapai
kemerdekaan tidaklah mudah, namun harus melalu perjuangan yang sangat sulit
bahkan sampai titik darah peghabisan.
Dengan
upacara bendera, anak akan semakin mengerti akan susahnya merebut kemerdekaan.
Dengan demikian, perjuangan generasi penerus selanjutnya ialah mempertahankan
kemerdekaan itu, mempertahankan agar Meraha Putih tetap berkibar dengan
gagahnya.
Selain
upacra bendera, upaya lain yang dapat dilakukan oleh guru untuk menanamkan
cinta tanah air kepada siswa adalah dengan mengajarkan lagu-lagu daerah dan
lagu wajib nasional. Dengan lagu-lagu daerah, siswa akan mengerti bahwa
Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dengan adat dan budaya yang
berbeda-beda. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, mulai dari
bahasa, tarian, pakaian adat, maupun lagu daerah.
Dengan
mengajarkan lagu-lagu daerah, siswa akan memahami bahwa setiap daerah mempunyai
kekhasan tersendiri. Pengenalan akan lagu-lagu daerah dirasa sangat penting
mengingat dewasa ini sudah jarang generasi penerus yang mengerti dan dapat
menyanyikan lagu-lagu daerah.
Lagu-lagu
darah yang diajarkan dan dinyanyikan membuktikan bahwa Indonesia memang negara
yang ber-bhineka, yakni negara yang berbeda-beda. Namun kebhinekaan itu
tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam NKRI kerena bagaimanapun kita
tetap satu jua.
Disamping
lagu-lagu daerah, siswa juga harus dikenalkan dan diajarkan untuk dapat
menyanyikan lagu wajib nasional. Sungguh ironi sekali jika siswa SD zaman
sekarang mampu menghafal puluhan lagu modern dengan musik yang lebih variatif
namun malah tidak hafal bahkan tidak tahu lagu wajib nasional.
Disinilah
peran guru untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswanya. Dengan mengajarkan
siswa menyanyikan lagu nasional, guru telah berupaya untuk mempunyai rasa cinta
tanah airnya. Pesannya ialah semodern apapun zamannya atau seberapa cepat pun
waktu berubah, sebagai bangsa Indonesia kita tetap harus cinta tanah air kita.
Lagu
wajib nasional juga berarti kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Sekalipun
setiap daerah mempunyai lagu khas masing-masing, namun setiap negara harus
mampu menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu nasional. Hal tersebut karena kita
satu bangsa, Indonesia.
Upaya
lainnya adalah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk
belajar bahasa Indonesia secara kontekstual. Kebanyakan seseorang lebih
cenderung menggunakan bahasa ibu dibanding bahasa persatuan yakni bahasa
Indonesia. Bahkan ketika tumbuh dewasa, tidak jarang orang yang menggunakan
bahasa yang disebut bahasa gaul karena meniru apa yang ditayangkan di televisi
setiap hari.
Menyikapi
hal tersebut, guru harus membiasakan siswanya menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar agar tidak tekikis oleh perkembangan zaman. Pembelajaran bahasa
bukanlah pembelajaran verbal dengan pendekatan teoritis. Namun pembelajaran
bahasa adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual.
Pembelajaran
akan lebih bermakna jika siswa mengalami sendiri apa yang dipelajari. Secara
sederhana, pembelajaran bahsa akan lebih mudah diserap jika guru mengajarkannya
dengan mengintegrasikan dalam percakapan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar serta teratur, perlahan siswa akan mengikuti.
Namun jika guru menjelaskan di depan kelas bagaimana cara berbahasa Indonesia
yang baik namun tidak menerapkannya dalam keseharian, maka pembelajaran menjadi
kurang bermakna.
Pentingnya
berbahasa Indonesia yang baik dan benar didasarkan pada alasan bahwa bahsa
Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa persatuan yang telah disepakati
sejak Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa nasional
dalam kehidupan sehari-hari sudah dapat dikatakan salah satu upaya mewujudkan
cinta tanah air karena secara langsung atau tidak kita telah mengajarkan kepada
anak untuk melestarikan bahasa Indonesia.
Hal
sederhana lainnya adalah dengan mengajak siswa menjenguk temannya yang sakit,
bersikap rukun dan salig menghormati, saling membantu jika ada temannya yang
kesusahan, dan lain sebagainya. Hal-hal sederhana tersebut memang sangat
sederhana, namun nilainya sangat penting. Dengan melakukan kebaikan-kebaikan
kecil yang seolah tak terlihat, sebenarnya pengalaman Pancasila telah
terlaksana. Dan seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pengamalan Pancasila
merupakan salah satu wujud cinta kepada tanah air.
Pentingnya
mengamalkan Pancasila tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga, namun juga
dilingkungan sekolah, bahkan masyarakat. Pancasila sebagai ideologi bangsa
tentunya tidak hanya diterapkan di satu ligkungan saja, namun harus menyeluruh
kedalam setiap sendi-sendi kehidupan kita.
Upaya
lainnya adalah dengan mengadakan berbagai lomba ketika menyambut perayaan hari
kemerdekaan RI. Menjelang 17 Agustus, guru dapat mengadakan berbagai lomba
misalnya menggambar, menari, menyanyi, tarik tambang, dan sebagainya. Namun
tidak hanya hari kemerdekaan melainkan memperingati hari besar nasional
lainnya. Manfaat dari diadakannya lomba ini sangat banyak, antara lain
mengembangkan kretivitas siswa, melatih kekompakan baik antar siswa, antar
guru, maupun antar siswa dengan guru.
4.
Penyebab Melunturnya Nasionalisme Bangsa
Seiring berkembangnya zaman, rasa nasionalisme kian
memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap dalam memaknai berbagai hal
penting bagi Negara Indonesia, contoh sederhanya yang menggambarkan betapa
kecilnya rasa nasionalisme diantaranya:
·
Pada
saat upacara
bendera, masih banyak yang tidak memaknai arti upacra tersebut. Upacara
merupakan wadah untuk menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah
berjuang keras untuk mengambil kemerdekaan dari tangan para penjajah. Para
pemuda seakan sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa mengikuti upacara dengan
khidmad.
·
Pada
peringatan hari-hari besar nasional, seperti Sumpah Pemuda, hanya dimaknai
sebagai serermonial dan hiburan saja tanpa menumbuhkan rasa nasionalisme dan
patriotisme dalam benak mereka.
·
Lebih
tertariknya masyarakat terhadap produk impor dibandingkan dengan produk buatan
dalam negeri lebih banyak mencampurkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia
untuk meningkatkan gengsi, dan lain-lain.
·
Kurangya
kesadaran masyarakat “hanya” untuk memasang bendera di depan rumah, kantor,
atau pertokoan. Dan bagi yang tidak mengibarkannya mereka mempunyai berbagai
alasan antara lain benderanya sobek atau tidak mempunyai tiang bendera, malas,
cuaca buruk, tidak ada tempat untuk memasangnya, dan lain-lain.
·
Masyarakat
kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh
masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
·
Adanya
kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya
persaingan bebas dalam berbagai hal sehingga dapat menggangu kehidupan nasional
bangsa.
·
Munculnya
sikap individualisme yang meninbulkan ketidakpedulian antarperilaku
sesamawarga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan
kehidupan bangsa.
·
Masyarakat
dalam menyampaikan aspirasinya terlihat betapa lunturnya nilai-nilai luhur
bangsa ini yang tercermin baik dalam orasinya, spanduk/ poster yang
dibentangkan maupun tingkah laku yang tidak santun. Pernah terjadi pada suatu
demonstrasi, mereka menginjak-injak dan membakar gambar/ foto presiden.
·
Tanpa
disadari oleh warga negara Indonesia melunturnya rasa nasionalisme dalam
masyarakat terhadap kecintaan pada bangsa Indonesia dapat menhancurkan negara
Indonesia secara perlahan-lahan. Karena kecintaan warga negara Indonesia adalah
kunci dari kokohnya negara Indonesia.
BAB III
PENUTUP
4.1. Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwasannya :
a.
Pengertian
nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah
negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk
sekelompok manusia.
b.
Beberapa bentuk nasionalisme ialah Nasionalisme Kewarganegaraan (Nasionalisme Sipil),
Nasionalisme Etnis,
Nasionalisme Romantik
(Nasionalisme Identitas), Nasionalisme Budaya, Nasionalisme Kenegaraan, dan Nasionalisme Agama.
4.2. Saran
Menyadari bahwa
saya masih jauh dari kata sempurna, kedepannya saya akan lebih fokus dan detail
dalam menjelaskan tentang makalah dengan
sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung
jawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
Arinda. 2012. Lunturnya nasionalisme bangsa indonesia. (https://arindhaayuningtyas.wordpress.com/2012/05/03/lunturnya-nasionalisme-bangsa-indonesia/), diakses pada 23 Juni 2018 Pukul 13.30 WIB
Firda. 2011. Upaya menanamkan cinta tanah air pada anak
SD. (http://phierda.wordpress.com/2011/05/20/upaya-menanamkan-cinta-tanah-air-pada-anak-sd/), diakses pada 20 Juni 2018 Pukul 21.00 WIB
Metra, Wayan., et al. 2003. Orsosdat. Tabanan: Percetakan Kawan
Muthali’in, Achmad. 2011. Pendalaman Materi Bidang Studi Pkn Sekolah
Dasar. Surakarta: Badan Penerbit FKIP-UMS.
Thank you
makasih ilmunya kk
BalasHapus