Senin, 29 Oktober 2018

REKAYASA IDE REVIEW PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN




REKAYASA IDE REVIEW
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN



 

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah rekayasa ide ini dengan baik dan tepat waktu.
Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk melengkapi nilai pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada Semester 2 Program Studi Penyuluhan Perkebunan, Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Medan.
Makalah ini dapat terselesaikan dengan baik berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dra. Yusna Melianti, M. Hum sebagai dosen pengampu.
Penulis menyadari bahwa laporan ini jauh dari sempurna, untuk itu saran dan kritik yang membangun penulis butuhkan demi kesempurnaan laporan yang akan datang. Penulis berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.





                                                                        Medan,   28 Juni  2018


                                                                                    Penulis

DAFTAR ISI
                                                                             Halaman
KATA PENGANTAR............................................................................... i
DAFTAR ISI.............................................................................................. ii
I. PENDAHULUAN.................................................................................. 1
         1.1. Latar Belakang............................................................................. 1
         1.2. Rumusan Masalah........................................................................ 1
         1.3. Tujuan ......................................................................................... 2
         1.4. Manfaat........................................................................................ 2
II. PEMBAHASAN................................................................................... 3
         2.1. Pengertian Nasionalisme................................................................ 3
         2.2. Bentuk-bentuk Nasionalisme......................................................... 4
         2.3. Cara Meningkatkan Rasa Nasionalisme pada Anak SD.................. 5
         2.4. Penyebab Melunturnya Nasionalisme Bangsa................................ 8
III. PENUTUP........................................................................................... 10
        A. Kesimpulan..................................................................................... 10
        B. Saran................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 11


 BAB I
PENDAHULUAN

1.1.                  Latar Belakang
Nasionalisme dapat dirumuskan sebagai satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara atau nation (Bahasa Inggris) degan mewujudkan satu identitas yang dimiliki sebagai ikatan bersama dalam satu kelompok. Jika mengacu pada pertumbuhan awal nasionalisme, dapat dikatakan sebagai sebuah situasi kejiwaan berupa kesetiaan seseorang secara total diabdikan secara langsung kepada negara bangsa atas nama sebuah bangsa.
Rasa nasionalisme di Indonesia sekarang ini sudah mulai luntur penyebabnya antara lain telah terkontaminasi dengan budaya-budaya asing yang bebas menyebar di Indonesia tanpa ada pembatasan masuknya budaya asing tersebut.
Makalah ini saya buat dengan maksud untuk mengetahui bahwa rasa nasionalisme wajib ditanamkan dan dimiliki oleh setia warga negara Indonesia sejak usia sedini mungkin, karena kekokohan suatu negara berdasarkan rasa nasionalisme warga negaranya.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan nasionalisme ?
2.      Apa saja bentuk-bentuk nasional?
3.      Sebut dan jelaskan cara meningkatkan rasa nasionalisme pada anak sekolah dasar !
4.      Sebut dan jelaskan penyebab lunturnya rasa nasionalisme bangsa !





1.3.      Tujuan Makalah
Adapun makalah ini dibuat dengan berbagai tujuan, adapun tujuan tersebut ialah :
1.      Mengetahui pengertian nasionalisme
2.      Mengetahui bentuk-bentuk nasionalisme
3.      Agar dapat meningkatkan rasa nasionalisme pada anak-anak sekolah dasar
4.      Mengetahui penyebab luntunya rasa nasionalisme warga negara Indonesia

1.4.      Manfaat Makalah
Adapun makalah ini dibuat dengan berbagai manfaat, adapun manfaat tersebut ialah :
1.      Pembaca dapat mengetahui pengertian nasionalisme dan bentuk-bentuk nasionalisme
2.      Pembaca dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan megetahui penyebab lunturnya rasa nasionalime warga negara Indonesia















BAB II
PEMBAHASAN

1. Pengertian Nasionalisme
Nasionalisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, berasal dari kata”nasinal” dan “isme”, yaitu paham kebangsaan yang mengandung makna kesadaran dan semangat cinta tanah air. Rasa nasionalisme juga identik dengan memiliki rasa solidaritas. Nasionalisme juga mengandung makna persatuan dan kesatuan. Dari beberapa makna tersebut pengertian nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Berikut ini beberapa pengertian nasionalisme menurut ahli:
·         Pengertian Nasionalisme Menurut Ernest Gellenervia: Nasionalisme adalah suatu prinsip politik yang berpendapat bahwa unit nasional dan politik seharusnya seimbang.
·         Pengertian Nasionalisme Menurut Anderson: Nasionalisme adalah kekuatan dan kontinuitas dari sentimen dan identitas nasional dengan mementingkan nation.
·         Pengertian Nasionalisme Menurut H. Kohn: Nasionalisme adalah suatu bentuk state of mind and an act of consciousness.
·         Pengertian Nasionalisme Menurut Ernest Renan: Nasionalisme adalah kemauan untuk bersatu tanpa paksaan dalam semangat persamaan dan kewarganegaraan.



2. Bentuk Nasionalisme
Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sendiri sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan, dan ideologi.
1)      Nasionalisme Kewarganegaraan (Nasionalisme Sipil)
Negara dalam nasionalisme memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyat ata warga negaranya, rakyat sebagai warga negara berkehendak mewujudkan negara, terikat dan mengakui negaranya, cinta dan membela negaranya.
2)      Nasionalisme Etnis
Negara dalam nasionalisme ini memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis masyarakat di wilayah yang bersangkutan, dianut oleh mayoritas masyarakat menjadikan ikatan kebersamaan menjadi identitas yang mempersatukannya.
3)      Nasionalisme Romantik (Nasionalisme Identitas)
Merupakan kelanjutan nasionalisme etnis, negara memperoleh kebenaran politik secara organik dari adanya kesamaan bangsa atau ras, kebersamaan bangsa tersebut dibangun dari semangat romantisme cerita heroik yang terjadi dalam kehidupan sejarah bangsa atau ras yang bersangkutan, karenanya disebut pula sebagai romantisme romantik.
4)      Nasionalisme Budaya
Negara dalam nasionalisme ini memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama yang ada, berkembang, dan diakui, bukan yang berasal dari sifat keturunan seperti warna kulit, ras, dan sebagainya.
5)      Nasionalisme Kenegaraan
Bentuk nasionalisme kenegaraan ini merupakan variasi nasionalisme kewarganegaraan, yang sering pula dikatakan dengan nasionalisme etnis.
6)      Nasionalisme Agama
Bentuk nasionalisme ini menempatkan persamaan agama yang dianut warga negara menjadi legitimasi politik keberadaan suatu negara. Namun demikian nasionalisme agama ini lazimnya sering dicampuradukan dengan nasionalisme etnis. Akan tetapi kebanyakan kelompok nasionalisme agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut.

3. Cara meningkatakan Rasa Nasionalisme pada Anak SD
Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang turut membantu tugas pendidikan informal dalam lingkungan keluarga. Sekolah dapat dikatakan rumah kedua. Di sekolah, selain mendapatkan pendidikan akademik anak juga mendapatkan pendidikan moral dan spiritual.
Karena itu sekolah juga mnjadi salah satu wadah yang tepat untuk menanamkan cinta tanah air (rasa nasionalisme) kepada seoranga anak. Dalam hal ini guru sebagai pengelola kelas mempunyai peranan yang lebih besar dibanding warga sekolah lainnya seperti kepala sekolah, TU, maupun karyawan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan mengadakan upacara bendera pada hari Senin. Untuk membuktikan kecintaan kita terhadap tanah air tidak hanya mengikuti upacara bendera. Namun dengan upacara bendera, kita telah mengajarkan kepada anak untuk menghormati bendera nasional dan para pahlawan yang telah gugur. Kita juga dapat mengintegrasikan penjelasan mengenai hal tersebut pada materi pelajaran, misalnya Pkn dan IPS. Anak akan mengerti bahwa untuk mencapai kemerdekaan tidaklah mudah, namun harus melalu perjuangan yang sangat sulit bahkan sampai titik darah peghabisan.

Dengan upacara bendera, anak akan semakin mengerti akan susahnya merebut kemerdekaan. Dengan demikian, perjuangan generasi penerus selanjutnya ialah mempertahankan kemerdekaan itu, mempertahankan agar Meraha Putih tetap berkibar dengan gagahnya.
Selain upacra bendera, upaya lain yang dapat dilakukan oleh guru untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswa adalah dengan mengajarkan lagu-lagu daerah dan lagu wajib nasional. Dengan lagu-lagu daerah, siswa akan mengerti bahwa Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dengan adat dan budaya yang berbeda-beda. Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, mulai dari bahasa, tarian, pakaian adat, maupun lagu daerah.
Dengan mengajarkan lagu-lagu daerah, siswa akan memahami bahwa setiap daerah mempunyai kekhasan tersendiri. Pengenalan akan lagu-lagu daerah dirasa sangat penting mengingat dewasa ini sudah jarang generasi penerus yang mengerti dan dapat menyanyikan lagu-lagu daerah.
Lagu-lagu darah yang diajarkan dan dinyanyikan membuktikan bahwa Indonesia memang negara yang ber-bhineka, yakni negara yang berbeda-beda. Namun kebhinekaan itu tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam NKRI kerena bagaimanapun kita tetap satu jua.
Disamping lagu-lagu daerah, siswa juga harus dikenalkan dan diajarkan untuk dapat menyanyikan lagu wajib nasional. Sungguh ironi sekali jika siswa SD zaman sekarang mampu menghafal puluhan lagu modern dengan musik yang lebih variatif namun malah tidak hafal bahkan tidak tahu lagu wajib nasional.
Disinilah peran guru untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswanya. Dengan mengajarkan siswa menyanyikan lagu nasional, guru telah berupaya untuk mempunyai rasa cinta tanah airnya. Pesannya ialah semodern apapun zamannya atau seberapa cepat pun waktu berubah, sebagai bangsa Indonesia kita tetap harus cinta tanah air kita.
Lagu wajib nasional juga berarti kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Sekalipun setiap daerah mempunyai lagu khas masing-masing, namun setiap negara harus mampu menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu nasional. Hal tersebut karena kita satu bangsa, Indonesia.
Upaya lainnya adalah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk belajar bahasa Indonesia secara kontekstual. Kebanyakan seseorang lebih cenderung menggunakan bahasa ibu dibanding bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia. Bahkan ketika tumbuh dewasa, tidak jarang orang yang menggunakan bahasa yang disebut bahasa gaul karena meniru apa yang ditayangkan di televisi setiap hari.
Menyikapi hal tersebut, guru harus membiasakan siswanya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar agar tidak tekikis oleh perkembangan zaman. Pembelajaran bahasa bukanlah pembelajaran verbal dengan pendekatan teoritis. Namun pembelajaran bahasa adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual.
Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa mengalami sendiri apa yang dipelajari. Secara sederhana, pembelajaran bahsa akan lebih mudah diserap jika guru mengajarkannya dengan mengintegrasikan dalam percakapan sehari-hari. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta teratur, perlahan siswa akan mengikuti. Namun jika guru menjelaskan di depan kelas bagaimana cara berbahasa Indonesia yang baik namun tidak menerapkannya dalam keseharian, maka pembelajaran menjadi kurang bermakna.
Pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar didasarkan pada alasan bahwa bahsa Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa persatuan yang telah disepakati sejak Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa nasional dalam kehidupan sehari-hari sudah dapat dikatakan salah satu upaya mewujudkan cinta tanah air karena secara langsung atau tidak kita telah mengajarkan kepada anak untuk melestarikan bahasa Indonesia.
Hal sederhana lainnya adalah dengan mengajak siswa menjenguk temannya yang sakit, bersikap rukun dan salig menghormati, saling membantu jika ada temannya yang kesusahan, dan lain sebagainya. Hal-hal sederhana tersebut memang sangat sederhana, namun nilainya sangat penting. Dengan melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang seolah tak terlihat, sebenarnya pengalaman Pancasila telah terlaksana. Dan seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pengamalan Pancasila merupakan salah satu wujud cinta kepada tanah air.
Pentingnya mengamalkan Pancasila tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga, namun juga dilingkungan sekolah, bahkan masyarakat. Pancasila sebagai ideologi bangsa tentunya tidak hanya diterapkan di satu ligkungan saja, namun harus menyeluruh kedalam setiap sendi-sendi kehidupan kita.
Upaya lainnya adalah dengan mengadakan berbagai lomba ketika menyambut perayaan hari kemerdekaan RI. Menjelang 17 Agustus, guru dapat mengadakan berbagai lomba misalnya menggambar, menari, menyanyi, tarik tambang, dan sebagainya. Namun tidak hanya hari kemerdekaan melainkan memperingati hari besar nasional lainnya. Manfaat dari diadakannya lomba ini sangat banyak, antara lain mengembangkan kretivitas siswa, melatih kekompakan baik antar siswa, antar guru, maupun antar siswa dengan guru.

4. Penyebab Melunturnya Nasionalisme Bangsa
Seiring berkembangnya zaman, rasa nasionalisme kian memudar. Hal ini dibuktikan dari berbagai sikap dalam memaknai berbagai hal penting bagi Negara Indonesia, contoh sederhanya yang menggambarkan betapa kecilnya rasa nasionalisme diantaranya:
·         Pada saat upacara bendera, masih banyak yang tidak memaknai arti upacra tersebut. Upacara merupakan wadah untuk menghormati dan menghargai para pahlawan yang telah berjuang keras untuk mengambil kemerdekaan dari tangan para penjajah. Para pemuda seakan sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa mengikuti upacara dengan khidmad.
·         Pada peringatan hari-hari besar nasional, seperti Sumpah Pemuda, hanya dimaknai sebagai serermonial dan hiburan saja tanpa menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam benak mereka.
·         Lebih tertariknya masyarakat terhadap produk impor dibandingkan dengan produk buatan dalam negeri lebih banyak mencampurkan bahasa asing dengan bahasa Indonesia untuk meningkatkan gengsi, dan lain-lain.
·         Kurangya kesadaran masyarakat “hanya” untuk memasang bendera di depan rumah, kantor, atau pertokoan. Dan bagi yang tidak mengibarkannya mereka mempunyai berbagai alasan antara lain benderanya sobek atau tidak mempunyai tiang bendera, malas, cuaca buruk, tidak ada tempat untuk memasangnya, dan lain-lain.
·         Masyarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
·         Adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam berbagai hal sehingga dapat menggangu kehidupan nasional bangsa.
·         Munculnya sikap individualisme yang meninbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesamawarga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
·         Masyarakat dalam menyampaikan aspirasinya terlihat betapa lunturnya nilai-nilai luhur bangsa ini yang tercermin baik dalam orasinya, spanduk/ poster yang dibentangkan maupun tingkah laku yang tidak santun. Pernah terjadi pada suatu demonstrasi, mereka menginjak-injak dan membakar gambar/ foto presiden.
·         Tanpa disadari oleh warga negara Indonesia melunturnya rasa nasionalisme dalam masyarakat terhadap kecintaan pada bangsa Indonesia dapat menhancurkan negara Indonesia secara perlahan-lahan. Karena kecintaan warga negara Indonesia adalah kunci dari kokohnya negara Indonesia.







BAB III
PENUTUP
                         
4.1. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwasannya :
a.       Pengertian nasionalisme adalah paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
b.      Beberapa bentuk nasionalisme ialah Nasionalisme Kewarganegaraan (Nasionalisme Sipil), Nasionalisme Etnis, Nasionalisme Romantik (Nasionalisme Identitas), Nasionalisme Budaya, Nasionalisme Kenegaraan, dan Nasionalisme Agama.
4.2. Saran
Menyadari bahwa saya masih jauh dari kata sempurna, kedepannya saya akan lebih fokus dan detail dalam menjelaskan tentang makalah dengan  sumber-sumber yang lebih banyak yang tentunya dapat dipertanggung jawabkan.                   
           






DAFTAR PUSTAKA

Arinda. 2012. Lunturnya nasionalisme bangsa indonesia. (https://arindhaayuningtyas.wordpress.com/2012/05/03/lunturnya-nasionalisme-bangsa-indonesia/), diakses pada 23 Juni 2018 Pukul 13.30 WIB

Firda. 2011. Upaya menanamkan cinta tanah air pada anak SD. (http://phierda.wordpress.com/2011/05/20/upaya-menanamkan-cinta-tanah-air-pada-anak-sd/), diakses pada 20 Juni 2018 Pukul 21.00 WIB

Metra, Wayan., et al. 2003. Orsosdat. Tabanan: Percetakan Kawan

Muthali’in, Achmad. 2011. Pendalaman Materi Bidang Studi Pkn Sekolah Dasar. Surakarta: Badan Penerbit FKIP-UMS.


  Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat...


Thank you



1 komentar: